03 Oktober 2015

Kukila

Sampul
Judul : Kukila
Pengarang : M. Aan Mansyur
Penerbit : Gramedia Pustaka utama
Tahun : 2012
Dibaca : 1 Oktober 2015
Rating : ★★★

"Catatan harianku, apakah kau sepakat jika aku mengatakan agama itu rupanya sebuah beban mahaberat? Aku yakin telah berjuta-juta pasangan kekasih ditimpa beban berat agama, seperti penduduk kampung tertimpa musibah, bencana." (Kukila - halaman 27)

Buku ini berisi 16 cerita. Aku tidak bisa menyebutnya 16 "cerita pendek". Cerita berjudul "Kukila" termuat 60 halaman—cerpen biasanya tidak lebih dari 10 halaman. "Lebaran Kali Ini Aku Pulang" malah sebaliknya, berisi bab-bab sangat pendek yang membentuk satu cerita. Cerita lainnya berjudul "Setia adalah Pekerjaan yang Baik" bahkan berformat kultwit (kuliah twitter), berisi deret kicauan beruntun yang bercerita. Beragam sekali.

Cerita-cerita yang diangkat adalah seputar kegelisahan hati dan kekejian ego. Ada cerita tentang ditinggal pergi suami. Ada cerita tentang selingkuh. Ada cerita tentang sakit hati. Dan ingatlah bahwa pengarang sungguh ajaib memuisikan kata-kata; membuat cerita-cerita yang dituturkan menjadi lebih indah dan berkelas.

Aku sangat ingin menjabarkan pengalaman membaca cerita-cerita dalam buku ini, satu per satu. Tapi mungkin akan begitu menyebalkan bila kutulis semua; terlalu capai kan menggulirkan layar monitor dan telepon pintar ke bawah? Aku pilih saja tiga cerita yang kusebutkan di atas: Kukila, Lebaran Kali ini Aku Pulang, dan Setia adalah Pekerjaan yang Baik.

***
Kukila
4/5

Cerita paling panjang dalam buku. Diletakkan paling awal. Bisa jadi pengarang atau penyunting sudah tahu bahwa cerita ini menjadi pengaruh terbesar pada cerita-cerita yang lain dalam buku. Karena aku juga merasakan hal itu.

Kukila yang setiap hari berteman sepi dan rindu. Kukila yang menyimpan aibnya sendiri; menjaganya agar tidak bocor kepada orang lain bahkan anak-anaknya sendiri. Kukila yang tidak tahu kalau salah satu anaknya bahkan sudah mengetahui aib itu sejak lama. Kukila yang tak berdaya menerima pinangan lelaki yang setengah dicintainya.

Penggambaran Kukila ini akan selalu diingat oleh siapa pun; membuat pembaca yang awalnya bersimpati harus berpikir dua kali setelah mencapai akhir cerita. Apalagi dengan bahasa puitis dan beberapa kejutan minimalis tentang Rusdi membuat pembaca akan menyisihkan sebagian ruang pada serebrum untuk "Kukila". Setidaknya aku.

***
Lebaran Kali ini Aku Pulang
4/5

Sepuluh bab cerita sangat pendek. Menceritakan tokoh utama yang pulang kampung dan melihat perubahan drastis setelah puluhan tahun. Diceritakan dengan gaya sarkastis dan ironis, membuat pembaca sedikit tercengang dalam cerita; membenarkannyabahwa itu mungkin tidak hanya sekadar cerita.

Lagi, pengarang memberikan kejutan. Dengan dua bab akhir yang sungguh melegakan setelah pada bab-bab awal pembaca dibawa angguk-angguk setuju dengan ironi yang bisa dianggap benar. Paling tidak pembaca bisa sedikit menguraikan lagi ego yang sempat berkejut-kejut itu. Paling tidak pembaca bisa mengakhiri cerita dengan senyum simpul. Setidaknya aku.

***
Setia adalah Pekerjaan yang Baik
3,5/5

Tentang seorang anak yang bercerita kepada pasangan-yang-entah-siapa tentang kisah sang ibu. Ibunya yang setia pada sang ayah. Ibunya yang setia walau ayahnya pergi meninggalkan mereka. Ibunya yang setia walau ayahnya tak pulang-pulang hingga dirinya tak merasa memiliki seorang ayah. Ibunya yang setia walau dia tahu sudah seharusnya dia tidak setia lagi. Karena pikir ibunya: setia adalah pekerjaan yang baik.

Format twitter. 140 karakter. 30 kicauan. Satu jalan cerita. Terobosan baru untuk sastra kontemporer. Pembaca bisa merasakan modernisasi cerita. Pembaca mudah dibawa hanyut karena kisah yang dituturkan serupa dengan aplikasi telepon pintar yang bikin autis. Walau begitu tak pelak bila pembaca dibuat sedikit geram karena keterbatasan kata. Setidaknya aku.

***

Aku senang pada akhirnya bisa mencecap cerita Aan Mansyur. Dalam kenyataan ini tidak ada yang sempurna; begitu pun cerita-cerita pada buku ini. Sebagian ceritanya masuk ke serebrum melalui jalur vertikal; akan selalu terngiang dalam imaji. Tapi sebagian yang lain hanya melewati jalur horizontal yang usai membaca, usai pula urusan. Sayangnya, kebanyakan ceritanya harus berakhir di jalur horizontal. Tetapi, bila ditanya apakah aku akan membaca karya Aan yang lain, kujawab: berikan padaku bukunya!

Hidup adalah sembunyi. Jika kau miskin, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan papa. Jika kau kaya, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan harta. Jelek atau cantik, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan rupa. Belajarlah seni menyembunyikan! (Celana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi - halaman 131)

Ulasan ini untuk tantangan:
1. 100 Hari Membaca Sastra Indonesia
2. Lucky No.15 Reading Challenge kategori Favorite Color

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top