04 Juli 2015

[Reading Challenge] 100 Hari Membaca Sastra Indonesia

Banner
Aku ingin membuat pertengahan tahun ini lebih menantang. Setelah blogwalking ke beberapa blogger sesama member BBI, akhirnya aku menemukan satu proyek acara yang menurutku menantang. Seperti pada banner yang terpampang di atas, proyek tersebut adalah "100 Hari Membaca Sastra Indonesia" yang diselenggarakan oleh Mba Yuska.

Tentu saja aku harus mengubek-ubek timbunan bukuku yang sepertinya tidak ada habisnya; mengesampingkan novel terjemahan yang merupakan tumpukan paling tinggi; memilah-milah buku yang menurutku termasuk genre sastra Indonesia. Pertanyaannya: buku yang bagaimana yang termasuk genre sastra Indonesia?

Setelah membuka beberapa tautan yang diberikan Mba Yuska dalam postingan blognya, aku menemukan satu pengertian tentang pertanyaan itu. Dari tautan ini, aku menyederhanakan bahwa sastra Indonesia adalah karya sastra yang terutama berada dalam cakupan geografi dan sejarah politik di wilayah Indonesia. Singkatnya, kalau buku tersebut berlatar Indonesia, itu sudah termasuk sastra Indonesia.

Lalu bagaimana mengikuti proyek acara ini? Peraturannya sebagai berikut.
  1. Membaca setidaknya satu buku sastra karya penulis Indonesia
  2. Karya sastra boleh novel, kumpulan cerita, puisi, prosa, dll. Yang jelas fiksi, bukan non-fiksi.
  3. Membuat resensi dan menampilkannya di blog, catatan Facebook, atau Goodreads.
  4. Membuat tautan resensi pada linky yang ada di sini.
  5. Periode acara 3 Juli 2015 sampai 10 Oktober 2015.

Peraturan dan informasi selengkapnya bisa dibuka pada tautan ini. Bila ada pertanyaan lebih lanjut silakan hubungi Mba Yuska via twitter @yuska77. Mari majukan dunia literasi Indonesia dengan membaca karya-karya penulis kelahiran tanah air tercinta! Kalian bisa?

***

Progres membaca:

7. Kambing dan Hujan - Mahfud Ikhwan
8. Namaku Subardjo - Hapsari Hanggarini
9. Tiga Sandera Terakhir - Brahmanto Anindito
10. Kukila - M. Aan Mansyur

***


Hasil Akhir (16/10/2015)

Setelah kurang lebih tiga bulan masa tantangan 100 Hari Membaca Sastra Indonesia, aku sedikit kecewa hanya menghabiskan 10 buku yang menurutku tergolong sastra Indonesia. Setelah aku tilik lagi timbunan buku-buku sastraku, ternyata masih ada 3-4 buku tersisa yang seharusnya habis dibaca dalam kurun waktu tiga bulan.

Memang banyak kendala yang mengurungkan niatku untuk membaca sastra Indonesia. Membutuhkan konsentrasi yang kuat dan daya pikir yang khidmat untuk aku menikmati sastra Indonesia—mungkin sudah sedari SMA aku harus begitu karena nilai pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia-ku juga tidak bagus. Tapi, jujur, inilah pencapaian terbesarku membaca sastra Indonesia. Tahun-tahun lalu aku bahkan hanya membaca kurang dari lima fiksi lokalapalagi yang bergenre sastra. Dan aku mendeklarasikan diri bahwa sastra Indonesia termasuk genre favoritku.

Terima kasih untuk Mba Yuska yang sudah menyelenggarakan tantangan membaca ini. Dan yang terutama, terima kasih kepada penyair-penyair sastra tanah air yang mengharumkan namanya melalui balutan kata-kata indah nan bermakna. Tahun depan harus ikutan lagi! 

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top