16 November 2016

Tentang Book Subscription Box yang Sedang Naik Daun di Indonesia (Book Subscription Box - Part I)

Edited by Me

Istilah book subscription box mungkin masih terdengar awam bagi kalangan pembaca di Indonesia. Bisa dibilang kotak langganan bulanan berisi buku ini baru naik daun sejak 2016 ini. Bermula dari banyaknya postingan artikel teman-teman di blog dan media sosial, aku penasaran dengan fenomena yang satu ini. Nah, karena kita orang Indonesia, bagaimana kalau kita ubah istilah book subscription box menjadi kotak langganan buku? Setuju? Setuju sajalah ya, biar cepat.

Awalnya, aku ingin menuliskan tentang pengetahuanku yang terbatas tentang kotak langganan semacam ini. Namun supaya lebih valid, aku mencoba menghubungi beberapa layanan kotak langganan buku yang sudah beroperasi di Indonesia. Setelah bertanya-tanya kepada beberapa teman di grup dan berselancar sendiri, akhirnya aku menemukan empat layanan kotak langganan buku yang berdomisili di Indonesia. Aku mengontak mereka dan masing-masing merespons positif permintaan untuk menjawab beberapa pertanyaan dariku.

Ada lima pertanyaan dasar yang kuajukan kepada masing-masing layanan yang kesemuanya menggunakan media sosial Instagram untuk membuka lapak layanan kotak langganan buku. Pertanyaannya adalah: (1) pengertian kotak langganan buku, (2) alasan mengapa membuka layanan ini di Indonesia mengingat minat bacanya rendah, (3) perbedaan masing-masing layanan dari layanan lainnya, (4) prediksi kotak langganan buku di masa depan, dan (5) profil singkat masing-masing layanan. Setelah menerima jawabannya, aku sempat bingung bagaimana cara menyampaikan semua jawaban karena begitu panjang. Jadi, aku memutuskan untuk membagi dua postingan artikel tentang kotak langganan buku.

Empat layanan yang kudapatkan dan kubikin wawancara singkatnya adalah: (1) Bibliophile Crate dengan akun Instagram @bibliophilecrate, (2) Story Post dengan akun Instagram @storypost.id, (3) The Boox dengan akun Instagram @theboox.id, dan yang terakhir (4) Tsundoku Box dengan akun Instagram @tsundokubox. Pada kesempatan kali ini aku akan membeberkan jawaban tentang apa itu kotak langganan buku menurut masing-masing layanan (jawaban nomor satu) yang disangkut-pautkan dengan alasan membuka layanan ini di Indonesia (jawaban nomor dua) dan prediksi layanan ini di Indonesia (jawaban nomor empat). Jadi, ayo kita cari tahu!

Menurut kalian, apa itu book subscription box?

Menurut Bibliophile Crate, book subscription box adalah sebuah layanan berlangganan sebuah paket dengan isi termasuk sebuah buku (atau lebih), yang dikirimkan langsung kepada pembeli dalam sebuah periode yang sudah ditentukan. Book subscription box biasanya hanya memberikan sebuah tema dan petunjuk khusus, namun tidak memberitahukan buku atau apa yang ada di dalamnya. Isinya adalah kejutan, yang akan diketahui penerima setelah menerima kotak tersebut di tangan. Dan menurut The Booxbook subscription box adalah layanan baru yang menawarkan kemudahan, aksesibilitas dan hal yang baru untuk para pembaca buku. 

Story Post menjelaskan bahwa book subscription box adalah sebuah kotak penuh dengan literasi. Itu cukup banyak, hadiah untuk diri sendiri—karena ketika seseorang berlangganan book subscription box, kebanyakan, mereka tidak tahu apa yang mereka mendapatkan (karena isinya rahasia). Dengan kata lain, kamu memberikan dirimu sendiri hadiah tentang buku, tapi itu seperti kamu menerimanya dari orang lain juga, karena lagi-lagi, kamu tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Dan kejutan buku selalu menyenangkan. Dan Tsundoku Box membuatnya singkat dengan menyatakan bahwa book subscription box adalah paket berisi buku dan berbagai pernak-pernik sesuai tema.

Mengapa membuka layanan book subscription box di Indonesia, mengingat minta baca yang rendah?

Tsundoku Box beralasan, dengan book subscription box, pembaca bisa mendapat pengalaman baru dan berbeda saat membeli buku. Tsundoku Box berharap, hal itu dapat menarik perhatian orang-orang pada buku. Dan karena begitu sukanya menonton booktuber luar negeri yang sering unboxing, Tsundoku Box jadi merasa ingin juga memiliki pernak-pernik yang berhubungan dengan buku favorit. Begitu personal ya.

Meskipun pada saat ini minat baca masyarakat Indonesia masih rendah, namun The Boox percaya dengan makin maraknya layanan book subscription box di Indonesia, minat baca masyarakat Indonesia akan makin menguat. Selain itu, tujuan utama The Boox membuka layanan book subscription box itu juga untuk menguatkan minat baca masyarakat dengan menawarkan layanan yang unik.

Bibliophile Crate tahu minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Jika dibandingkan dengan kebutuhan lainnya, membaca masih menjadi prioritas ke sekian untuk dipikirkan. Namun Bibliophile Crate juga menyadari minat baca yang rendah bukan berarti tidak adanya minat baca sama sekali. Mereka berharap kehadiran book subscription box akan menambah minat baca dan sekaligus memperluas genre bacaan. "Saat ini, biasanya seorang pembaca, hanya membaca satu jenis genre saja dan tidak mencoba membaca genre lainnya, biasanya khawatir tidak suka jika lintas genre. Di sanalah kami hadir untuk memberikan alternatif bacaan yang 'berbeda' dari bacaan sehari-hari seorang pembaca, dan kami berharap dengan alternatif bacaan itu akan membuat seorang pembaca menemukan genre bacaan lain yang juga disukainya," ujar mereka.

Menurut Story Post, terlepas dari tingkat rendah di Indonesia, masih banyak orang yang suka membaca. "Dan mereka tidak harus merasa tersisih, kan? Jujur, kami mulai layanan ini karena kami, diri kita sendiri, ingin berlangganan book subscription box lokal yang mirip dengan book subscription box luar negeri seperti OwlCrate, Cratejoy, LitJoyCrate, dan yang lainnya," terang mereka.

Dan sementara ada banyak layanan semacam ini di Indonesia, Story Post belum menemukan satu yang memberikan buku bahasa Inggris."Jadi kami pikir, mengapa tidak membuatnya sendiri? Jika kami saja mencari satu yang seperti itu, kami yakin kutu buku yang lain juga mencarinya. Dan kami sangat berharap bahwa melalui layanan ini, kami dapat menyebarkan cinta dan sukacita membaca untuk bangsa. Kami berharap bahwa semua barang seputar buku yang ada dalam kotak kami memberikan rangsangan bagi orang untuk mulai membaca," ujar Story Post menutup jawaban pertanyaan ini.

Bagaimana masa depan book subscription box di Indonesia menurut kalian?

Seiring dengan berkembangnya minat baca masyarakat Indonesia, The Boox harapkan bahwa layanan book subscription box di Indonesia akan bisa lebih sukses di depannya. Keyakinan yang sama juga disampaikan oleh Bibliophile Crate yang menyatakan bahwa book subscription box memiliki masa depan yang baik di Indonesia. Bibliophile Crate harap semakin banyaknya kotak langganan seperti ini akan memperluas genre bacaan yang bisa dibaca sekaligus mempromosikan industri rumahan (UKM) di Indonesia.

Story Post juga berpikir masa depan book subscription box akan cerah. "Kami terkejut dengan sambutan hangat yang kami terima dari kalangan bookstagram di Indonesia. Dan kami melihat bahwa ada banyak book subscription box baru dengan keunikan dan gayanya masing-masing, dan dengan pengikut mereka masing-masing pula. Kami pikir itu benar-benar hebat. Semakin banyak layanan ini, semakin banyak orang yang membaca. Dan itulah yang penting," ujar Story Post optimis.

Berbeda dengan Tsundoku Box yang merasa mereka masih terbilang baru dalam dunia book subscription box sehingga mereka belum bisa melihat keberlangsungannya seperti apa. Tapi, sejauh ini peminatnya masih berkutat di kalangan pembaca garis keras. Mereka juga mengatakan bahwa masih butuh promo sana-sini demi cita-cita memengaruhi minat baca di Indonesia.

***

Bagaimana? Sudah tertarik untuk berlangganan kotak langganan buku? Kamu bisa menelisik satu per satu melalui akun Instagram yang sudah kusertakan di atas. Tunggu artikel "Book Subscription Box - Part II" dengan penjelasan tentang profil masing-masing layanan kotak langganan buku yang kuwawancarai dan apa yang membedakan mereka satu sama lain. Atau kamu tahu layanan kotak langganan buku lainnya yang tidak kuwawancarai? Sudilah kiranya untuk memberikan informasinya melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih telah membaca!

18 komentar :

  1. Beberapa waktu belakangan ini di sosmed memang hype banget perbincangan soal book box begini (aku gak tahu sama sekali dg istilah2 itu awalnya) Tapi akhirnya aku merasa cukup terbantu dg membaca postingan dari Kak Raafi ini. Baru hari ini aku paham dan tau apa itu 'book subscription box'. Semoga pembaca di luar sana yang aama denganku, juga merasa terbantu dengan artikel ini. Anw, aku jadi merasa tertarik untuk mencoba berlangganan kotak buku langganan begini deh, hehe.

    Terima kasih Kak Raafi, a very useful blogpost. Ditunggu Part II nya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali, Bintang! Untuk part II akan aku posting dalam minggu ini, kalo nggak ada kendala. 😉

      Hapus
  2. Wah keren banget loe jadiin blogpost.. Gue ngga kepikiran buat nulis sebagai fenomena :)
    Interesting article :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Hana! Aku sebut fenomena karena sering berseliweran di media sosial kalangan pembaca beberapa waktu terakhir ini.

      Hapus
  3. O ia ada betterbook juga https://www.instagram.com/betterbook_idn/ :)

    BalasHapus
  4. Aku pernah membeli book box sekali, dari petibuku.id beberapa bulan lalu, gara-gara pernak-perniknya berhubungan dengan Studio Ghibli. Pendapatku tentang book box ini terbelah dua... di satu sisi, aku kurang suka membeli "kucing dalam karung"... membeli buku yang entah nantinya aku akan suka atau tidak. Di sisi lain, bookish goodies-nya seringkali menggoda ya.

    Berhubung harganya juga tidak murah, akhirnya aku cenderung untuk tidak membeli book box. Kupikir lebih baik uangnya kupakai untuk membeli buku yang benar-benar ada dalam wishlistku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya, memang tergantung kebutuhan dan ketertarikan sih. Kalo kebutuhan, aku juga merasa nggak terlalu butuh karena alasan yang sama denganmu. Tapi, kalo misalkan temanya menarik, aku bakal pikir-pikir untuk memesan.

      Hapus
  5. Aku yakin mulai banyaknya opsi untuk book subscription box ini terutama di kalangan 'bookstagrammer' krn di luar negeri buanyak sekali BSB yg hits dan lucu-lucu isinya. Aku pribadi pengin sih ikutan beli atau subscribe lah istilahnya. Tapi kalo lihat dari harganya sendiri yg umumnya bikin mata melotot, aku rasa BSB di Indonesia nggak akan seheboh di luar. Tapi who knows sih ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya. Indonesia masih berkiblat luar negeri kok. Tapi mungkin bisa dicoba kotak langganan buku dari Indonesia. 😃

      Hapus
  6. keren postingannya, mungkin bisa ditambah dengan pandangan dari pencinta buku tentang kotak langganan buku ini. pasti makin seru, jadi nggak cuma dilihat dari sisi produsen-nya aja (si pembuat kotak) tapi juga dari sisi konsumen (si pelanggan kotak). :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang awalnya aku ingin tahu dari pandangan pelakunya melalui pertanyaan-pertanyaan di atas. Mungkin di kesempatan lain. Terima kasih, Mbak Ratih. 😄

      Hapus
  7. Aku sukaaa subscription box. Asal temanya asyik aja sih XD
    Setauku kalau sub box ttg buku yg pertama kali ada itu peti buku, trus pelan pelan mulai menjamur. Seneng sih, jadi banyak pilihan buat beli, tp senenp juga kalau pas pengen beli semuanya :((((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Iya, menarik kalo temanya sesuai dengan kesukaan kita. Terima kasih telah berkunjung, Mbavin!

      Hapus
  8. Bener mba Alvina, rasanya yg pertama itu petibuku. Cuma emang nggak bikin IG, cuma note aja di akun pribadi. Seperti ini: https://m.facebook.com/notes/nadya-andwiani/peti-buku-april-2016/10154710997154126/

    Lalu ada juga @fiksiobox. Dan @kelontongsihir spesialis koper sihir benda-benda bookish Harry Potter xD

    BalasHapus
  9. Betul tuh. Yang pertama kali bikin BSB itu Petibuku punya Mbak Nana. Sekarang udah gak ada lagi kayaknya. BSB kan mahal ya, setahuku sekitar 250 ribuan. Isinya memang sebanding banget dengan harganya. Tapi, aku pribadi dengan uang segitu lebih milih dibelikan buku semua, dapetnya kan lumayan banyak. Kalo uangnya lapang gak salah juga sih langganan BSB. Tergantung kita mau beli apa enggak.

    BalasHapus
  10. Baru tahu kalau banyak book subscriptionnya. kiran hanya petibuku aja. :D kalau di kalangan beauty blogger juga lagi rame box semacam ini yang isinya random dan kisaran waktu langganannya antara 3 bulan,6 bulan, sampai 1 tahun.

    BalasHapus

Back to Top