22 Agustus 2014

If I Stay

Sampul
Judul : Jika Aku Tetap Di Sini
Judul Asli : If I Stay (If I Stay, #1)
Pengarang : Gayle Forman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 22 Agustus 2014
Rating : ★★★

Heboh sendiri ketika mendengar ChloĆ« Grace Moretz menjadi bintang utama dalam film yang akan rilis sebentar lagi ini. Aku langsung mencari pinjaman bukunya untuk mengorek isinya yang katanya sebanding dengan Slammed dan bahkan The Fault In Our Stars. Aku semakin tertarik. Dan, asal kalian tahu saja, aku selalu membaca bukunya sebelum menonton filmnya.

The Movie Poster
Yah, bila dibandingkan dengan dua buku yang disebutkan, If I Stay sepertinya lebih main aman untuk konflik percintaannya. Tidak ada bagian yang membuat mataku memanas, apalagi sampai mengeluarkan air mata. Aku tidak tahu, mungkin aku kurang merasakannya. Merasakan bagaimana Mia dan Adam begitu "dalam" dalam kisah cinta mereka. Ups.

Tapi yang membuatku terkesan adalah bagaimana penulis menuliskan buku ini. Dalam setiap babnya ditandai dengan jam penunjuk waktu. Dalam bab itu dibagi dua bagian yaitu masa kini dan masa lalu. Masa kini yang sedang dilalui oleh Mia dan masa lalunya yang menceritakan bagaimana indahnya hidup Mia. Dari situ, pendalaman setiap karakter menjadi lebih matang. Aku suka tentang hal ini.

Oleh karena hal itulah aku memilih karakter Denny Hall, ayah Mia sebagai karakter favorit. Dia mengajarkanku bagaimana menjadi seorang pria dan ayah sejati dengan mengorbankan satu hal untuk hal lain yang lebih penting. Skala prioritas. Mungkin aku akan belajar padanya bila saja.....

***

Sedih rasanya hanya memberikan tiga dari lima bintangku. Tapi sungguh, aku sempat berpikir memberikan empat. Tetapi Mia terlalu rapuh. Terlalu ragu untuk menjalani hidup. Terlalu takut dan memikirkan segalanya yang bahkan mungkin tidak akan seperti itu. Mia, kau tahu apa kata ayahmu, kan? Tentang ini:

"...Kadang-kadang kau membuat pilihan dalam hidupmu dan kadang-kadang pilihanlah yang memilihmu. Apakah kedengaran masuk akal?" (hal. 161)

3 komentar :

  1. “Tapi serius, bagaimana Dad mengatasi demam panggung?”

    Dad masih tersenyum tapi aku tahu dia berubah menjadi serius karena bicaranya dilambatkan. “Kau tidak mengatasinya. Kau hanya perlu melaluinya. Kau bertahan.”

    kata-kata paling keren dari Danny Hall :) paling aku suka :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah, kamu sudah baca juga ya? aku lagi baca buku keduanya nih.

      Hapus
    2. yep.. buku keduanya juga udah :D

      Hapus

Back to Top