09 Januari 2015

The Gates

Sampul
Judul : Gerbang Neraka
Judul Asli : The Gates (Samuel Johnson vs. the Devil, #1)
Pengarang : John Connolly
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 9 Januari 2015
Rating : ★★★★

Aku sangat antusias membaca ini mengingat pada buku penulis pertama yang kubaca, aku begitu terhanyut dalam cerita, bahkan menjadi favorit—baca: The Book of Lost Things. Aku teruskan membaca dan mulai merasakan hal berbeda; sentuhan ilmiah yang kental.

Aku tidak terlalu suka dengan fiksi-ilmiah. Jujur, karena harus berpikir keras untuk membayangkan deskripsinya. Tapi tidak dengan yang ini karena penulis memadukannya dengan fantasi yang mengimajinasi dan humor sarkastis. Aku ingin tahu apa itu lubang hitam (blackhole), lubang cacing (wormhole), dan CERN yang banyak disebut dalam buku ini.

***

Samuel Johnson baru 11 tahun ketika semua ini terjadi. Awalnya dia bersama Boswell, anjing jenis dachshund-nya hanya ingin meminta hadiah trick-or-treat dari tetangganya di rumah nomor 666. Tahu anjing penjaga apartemen George dalam kartun Curious George? Nah, mereka satu jenis! Sebagaimana anak-anak lain seusianya, dia dan Boswell berlama-lama di rumah itu mengamati apa yang sedang keluarga Abernathy lakukan di ruang bawah tanah mereka.

Hundley
Samuel benar-benar menyaksikan kejadian itu. Ketika lubang besar yang berdenyar biru tiba-tiba terbentuk di lantai ruang bawah tanah itu. Ketika Mrs. Abernathy berubah menjadi makhluk mengerikan. Ketika dia tahu bahwa ada yang tidak beres di sana. Dan akhir dunia pun akan segera tiba.

***

Sungguh, akhir-dunia-akan-segera-tiba sudah cukup membuat pembaca terkesima, terhenyak, dan ter- ter- sejenisnya. Pertanyaan-pertanyaan selanjutnya bermunculan. Bagaimana bisa? Dan bagaimana akhirnya? Dan apa dunia benar-benar berakhir? Dan itulah celah yang diisi oleh om Connolly. Dan akan kubiarkan pertanyaan-pertanyaan menggantung sampai kalian mencari tahu sendiri.

Blackhole and Wormhole
Penulis pandai mencampuradukkan entitas fantasi dengan teori ilmiah dalam buku ini. Jadi, ada setan bernama Nurd, si Pembawa Malapetaka Lima Dewa, bisa bertransdimensi dari dunianya ke Bumi melewati portal campuran blackhole dan wormhole. Sepertinya begitu, karena aku tidak mengerti cara Nurd tiba di Bumi. Aku juga tidak mengharapkan itu.

Aku tidak menjabarkan panjang lebar. Blackhole—yang aku tangkap dari buku ini (hal. 113)—memiliki gaya gravitasi yang dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang sangat dramatis, sehingga ketika berada di dalamnya, kalian akan tercabik-cabik lalu dipadatkan hingga ke titik kepadatan tak terhingga.

Interstellar (2014)
Sedangkan wormhole adalah terowongan yang menghubungkan dua daerah yang terpisah ruang dan waktu. Penjelasan tersebut diterbitkan dalam makalah yang dibuat pada 1935 dan dikenal dengan Teori Einstein-Rosen. Selanjutnya tentang wormhole dapat dibaca di sini. Tahu film Interstellar yang dibintangi Matthew McConaughey? Mungkin kalian bakal mengerti tentang dua hal ini melalui Interstellar.

Dan, satu lagi: CERN. CERN atau Organisasi Riset Nuklir Eropa adalah kepanjangan dari Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire yang diambil dari Bahasa Prancis. CERN bermarkas di Meyrin, Swiss dan telah dibentuk sejak tahun 1954. CERN merupakan organisasi penelitian Eropa yang mengoperasikan laboratorium fisika partikel terbesar di dunia. Kapan kapan main ah.

Novel Dewasa?
Yang masih jadi pertanyaan buatku: kenapa buku ini dimasukkan ke dalam kategori Novel Dewasa ya? Aku tidak menemukan hal-hal yang tidak boleh dibaca anak-anak, kecuali penggambaran entitas setan yang sedikit ekstrem. Mungkinkah karena hal itu? Atau ini hanya tipuan?

"Dan Nurd, yang tidak pernah punya ibu dan ayah, yang tidak pernah mencintai atau dicintai, takjub mendapati betapa rasa yang begitu indah ternyata juga bisa membuat seseorang sangat menderita. ... Dia ingin menyayangi seseorang dengan begitu hebat sampai bisa menyakitkan." (hal. 124)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar