30 April 2017

Memori Beli Buku, Middle Grade, dan Keriuhan MiGaring 2.0


Terkadang, sebuah peristiwa akan memantik memori pada masa lalu. Seorang anak SMA berkacamata menggandrungi sebuah buku dan meracuni teman semejanya untuk tertarik pada hal yang sama. Sejak awal si kacamata punya inisiatif mengajak teman semejanya itu membeli buku yang dibicarakan banyak orang itu. Entah amat baik atau terpaksa karena si kacamata adalah "teman"-nya, sang teman akhirnya mengiakan kala si kacamata memintanya untuk patungan membeli buku epik itu. Butuh beberapa waktu untuk mengumpulkan uang karena buku tersebut lumayan mahal dan bagi seorang anak yang tinggal di sebuah kota kabupaten dan jauh dari toko buku harus membelinya via internet. Kami harus menambahkan uang untuk ongkos kirim. Setelah pas, kami datang ke sebuah bank untuk melakukan transaksi. Si kacamata tahu itu kali pertamanya datang ke sebuah bank dan berhadapan langsung dengan petugas wanita di balik meja untuk membeli buku.

Penggalan di atas adalah secuplik memoriku. Entah bagaimana dengan temanku itu, tapi aku tidak terlalu ingat seberapa senangnya aku ketika mendapatkan buku itu. Buku itu adalah "Nibiru dan Kesatria Atlantis" karya Tasaro GK. Dan kembalinya memori itu dipantik oleh peristiwa yang baru saja diakhiri hari ini: MiGaring 2.0. Aku tak mempersiapkan apa pun untuk membicarakan masa lalu. Aku hanya menyampaikannya. Aku terpancing oleh perkenalan di awal acara yang mengharuskan setiap peserta yang hadir menceritakan tentang novel fantasi apa yang paling disuka. Bisa jadi aku melantur dari konteksnya. Tapi, siapa yang bisa tahan untuk tidak menyampaikan memori berkenaan dengan apa yang disuka? Aku yakin sulit untuk melakukannya.

Apa itu MiGaring 2.0?

Pengujung April, kami berkumpul di salah satu titik lokasi di Kebun Binatang Ragunan untuk melakukan acara yang sudah direncanakan matang-matang: MiGaring 2.0. Mungkin banyak yang bertanya akan acara tersebut. MiGaring 2.0 adalah sebuah perayaan sederhana yang digagas oleh para admin komunitas Penggemar Novel Fantasi Indonesia (PNFI). Tidak lumrah sebenarnya ketika sebuah perkumpulan tidak pernah bertatap muka satu sama lain dan hanya bisa saling berinteraksi di dunia maya saja. Dari keprihatinan tersebutlah admin membuat acara kumpul-kumpul kecil-kecilan yang bersifat sederhana namun tetap legit. Maka itulah disebut MiGaring yang adlaah kependekan dari Mini Gathering. Karena merupakan tahun kedua pelaksanaan, maka acara hari ini bernama MiGaring 2.0. Sungguh kreatif, ya?!

23 April 2017

Ulasan Buku: The Rest of Us Just Live Here

Judul : Yang Biasa-biasa Saja
Judul Asli : The Rest of Us Just Live Here
Pengarang : Patrick Ness
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017
Dibaca : 22 April 2017
Rating : ★★★

"Tidak semua orang harus menjadi Sosok Pilihan. Tidak semua orang harus menjadi sosok yang menyelamatkan dunia. Kebanyakan orang hanya harus menjalani kehidupan mereka sebaik mungkin, melakukan hal-hal yang hebat bagi mereka, memiliki teman yang hebat, berusaha membuat hidup mereka lebih baik, mencintai orang dengan semestinya. Pada saat yang sama mereka juga menyadari bahwa dunia ini tak masuk akal tapi tetap saja berusaha mencari jalan untuk bahagia." (hal. 190)

Awal mengetahui buku ini diterjemahkan, aku bertanya-tanya tentang judul bahasa Indonesia. Kenapa berubah sedemikian berbeda menjadi "Yang Biasa-biasa Saja"? Aku tahu mungkin jawabannya akan ditemukan seusai membaca bukunya. Namun, sebenarnya tidak juga. "The Rest of Us" secara harfiah berarti "kita semua". Dalam kondisi ini, "The Rest of Us" ternyata memiliki arti yang lebih spesifik yaitu "kita" yang awam. Seseorang bertanya pada sebuah forum tentang apa arti dari frasa "The Rest of Us". Salah satu jawaban yang direkomendasikan menjelaskan bahwa frasa tersebut ditujukan pada orang-orang yang tidak (setidaknya pada saat ini) memiliki pemahaman mendalam tentang subjek yang ada. Mereka hanya orang yang biasa-biasa saja yang tidak mengerti tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi. Dalam konteks buku ini, mereka adalah yang biasa-biasa saja terhadap Para Abadi yang merangsek datang untuk mengambil alih bumi.

***

Mike tahu hidupnya biasa-biasa saja. Ia seorang siswa tingkat akhir di sekolah menengah atas yang biasa-biasa saja. Ia memiliki sahabat-sahabat yang sepertinya terlihat biasa-biasa saja. Bahkan salah satu di antara mereka adalah kakak perempuan kandungnya yang setingkat dengannya di sekolah. Ia dan sahabat-sahabatnya memiliki masalahnya masing-masing, yang sebenarnya juga biasa-biasa saja kecuali Jared. Mike memiliki Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) yang menyukai salah satu sahabatnya, Henna. Kakak perempuannya, Mel, pernah hampir mati karena anorexia nervosa yang dideritanya. Selepas kelulusan, Henna harus ikut bersama orang tuanya yang akan menjadi misionaris di Republik Afrika Tengah. Terakhir, Jared, yang keturunan Dewi Kucing, adalah gay yang tangannya diberkati karena memiliki kelebihan menyembuhkan. Oh, hampir lupa, ayah Mike seorang pemabuk berat dan ibunya adalah politikus yang berpengaruh di distriknya. 

Mike tinggal di sebuah kota kecil yang dikelilingi padang dan danau yang bahkan konser grup musik terkenal saja terkesan privat dan intim karena diselenggarakan di sebuah amfiteater yang biasa jadi tempat kompetisi hewan ternak selama pekan raya county. Lalu apa yang sebenarnya terjadi di antara Mike dan sahabat-sahabatnya dan orang tuanya dan penduduk di kota kecil itu sehingga kisah ini harus dikarang?

17 April 2017

Ulasan Buku: The Sleeper and the Spindle

Judul : Sang Putri dan Sang Pemintal
Judul Asli : The Sleeper and the Spindle
Pengarang : Neil Gaiman
Ilustrator : Chris Riddell
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017
Dibaca : 13 April 2017 (SCOOP)
Rating : ★★★★

"Apa yang perlu ditakutkan tentang tidur? Itu kan hanya tidur. Kita semua melakukannya." (hal. 18)

Apa yang biasanya terjadi pada dongeng-dongeng kerajaan? Seorang raja dan ratu memiliki anak seorang pangeran. Sang pangeran merasa hidupnya begitu monoton dan penuh tuntutan, dari kecil hingga dewasa. Ia masih harus menikahi seorang putri dari kerajaan lain yang tidak dicintainya. Ia nekat kabur untuk mencari pujaan hatinya sendiri. Dan kala menemukan seorang gadis desa yang amat ia cintai, ia mulai menyadari bahwa kisah hidupnya tidak seperti itu. Sang pangeran harus tetap menikahi sang putri yang sudah dijodohkan untuknya bahkan sejak ia masih dibuai di dalam kandungan. Atau mungkin kisahnya lebih singkat. Sang pangeran harus menyelamatkan sang putri yang amat dicintainya karena diculik oleh penjahat desa yang menginginkan tebusan harta milik kerajaan. Sang pangeran yang sudah terlatih bela diri akhirnya menumpaskan para penjahat dan menyelamatkan sang putri. Mereka hidup bahagia selama-lamanya.

***

Tujuan utama para kurcaci pergi ke desa adalah membelikan kain sutra terbaik di Dorimar untuk sang ratu sebelum hari pernikahannya tiba. Setibanya di desa, para kurcaci mendapati para penduduk yang waswas karena ada wabah tidur. Salah satu dari mereka bertanya apa yang salah dengan tidur karena setiap dari semua makhluk pasti tidur. Para penduduk desa berspekulasi bahwa yang membuat wabah tidur adalah penyihir, peri jahat, atau pembaca mantra. Sang penyihir itu telah mengutuk seorang putri sejak lahir sehingga saat berumur delapan belas tahun jari gadis itu akan tertusuk dan membuatnya tidur selamanya. Dan orang-orang di istana juga ikut tertidur, selagi sang putri tertidur. Dan setelah berpuluh-puluh tahun, wabah tidur itu mulai menyebar hingga ke desa-desa lainnya dan membuat semua penduduk tertidur.

Sang ratu tahu bahwa dirinya akan segera melaksanakan pernikahan. Sang ratu berencana akan menikah dengan seorang pangeran, bahwa mereka akan tetap menikah, meskipun dia hanya pangeran sedangkan ia adalah ratu. Ia tidak memiliki pilihan karena ia sudah ditakdirkan untuk menikah dengan sang pangeran sampai pilihan lain menghampiri kala ketiga kurcaci membeberkan hal genting yang ditemui mereka di desa Giff. Sang ratu meminta baju perjalanannya disiapkan. Sang ratu meminta pedangnya disiapkan. Sang ratu meminta perbekalan disiapkan, juga untuk kudanya, kemudian ia menunggang kuda dan berderap keluar dari istana, menuju arah timur.

16 April 2017

Betapa Sulitnya Baca Nonfiksi + Giveaway

Edited by Me

Bulan ini adalah bulan bahagia bagi BBI karena memperingati hari jadinya yang ke-6 sekaligus bulan yang paling malas bagiku untuk menulis blog. Sangat disayangkan karena draf untuk menyemarakkan ulang tahun BBI sudah dibuat namun pada hari yang telah ditentukan draf tersebut tidak terselesaikan. Yah, siapa yang mau terjangkiti blogging slump? Bahkan beberapa artikel yang menguraikan langkah-langkah untuk keluar dari blogging slump masih kurang masuk akal untuk dilakukan. Sebagai upaya penyembuhan, aku coba angkat topik bacaan nonfiksi yang sudah beberapa waktu lalu dirumuskan dan memberikan opiniku tentangnya. Karena aku tahu, aku tidak begitu menyukai bacaan nonfiksi. Setidaknya, belum. Dan itu mungkin akan menjadi problem jika tidak dicari tahu lebih jauh. Pertanyaan utama yang sering berlalu lalang: apakah aku harus gemar membaca nonfiksi atau tetap dengan apa yang kusuka saja? Bila begitu, kenapa aku begitu sulit membaca nonfiksi? Apakah kamu memiliki pertanyaan yang sama untuk dirimu sendiri? Bila ya, ikuti terus jabaran berikut.

Mari mulai dengan pengertian nonfiksi. Bacaan nonfiksi adalah jenis bacaan yang bukan fiksi dan berdasarkan kenyataan. Dalam hal ini, seseorang yang menuliskan nonfiksi memiliki tanggung jawab atas kebenaran atau akurasi dari peristiwa, orang, dan/atau informasi yang disajikan. Nonfiksi tidak hanya buku-buku yang bersifat informatif dan persuasif yang biasanya disertai pembuktian ilmiah maupun opini dari pengarangnya. Jurnal-jurnal, fotografi, dan artikel-artikel ilmiah pada majalah atau media daring juga termasuk bagian dari nonfiksi bila memenuhi syarat-syarat yang disebutkan di atas. Setelah mengetahui hal ini, barulah mengerti bahwa bacaan nonfiksi ternyata luas dan bisa mengangkat topik apa saja.

Dalam sebuah forum, seseorang bertanya tentang perbandingan antara membaca fiksi dan nonfiksi dengan meminta penjelasan manfaatnya. Bagiku pertanyaan ini sungguh dasar, seperti kau menanyakan manfaat air putih padahal kau sudah kehausan. Yah, tapi tidak ada salahnya juga untuk bertanya. Laiknya sebuah forum, beragam jawaban muncul namun hampir semuanya mengerucut pada keduanya yang tidak bisa dibandingkan dan sama-sama memberikan manfaat. Bahwa fiksi akan memberikan hiburan dan membangun imajinasi dan nonfiksi akan memberikan informasi dan membangun ilmu pengetahuan.

06 April 2017

Makna Reputasi dari Thirteen Reasons Why

Edited by Me

Setiap menyelesaikan sebuah buku, pasti ada satu atau dua adegan cerita di dalamnya yang terngiang dalam kepala dan tidak pernah pudar sampai beberapa waktu ke depan. Dari adegan cerita tersebut, kemudian tercipta gambaran kesan tentang keseluruhan isi cerita. Dan dalam karya Jas Asher ini, kesan utama yang termaktub dalam memori adalah reputasi. Kenapa reputasi? Karena dari awal sampai akhir cerita, penulis amat lihai membuat tokoh utama dalam bukunya sebagai korban dari reputasi yang tidak sengaja dibuat oleh orang-orang di sekitarnya, atau di buku ini adalah teman-teman di sekolahnya. Yah, bagaimana kalau kita membahas reputasi terlebih dahulu? Bagaimana reputasi mengubah strata kehidupan seseorang dan memengaruhinya secara keseluruhan?

Dikutip dari KBBI Daring, reputasi diartikan perbuatan dan sebagainya sebagai sebab mendapat nama baik, atau bisa juga disebut dengan nama baik. Dari pengertiannya saja reputasi atau nama baik berhubungan erat dengan kesuksesan. Orang-orang mengecap mereka yang sukses adalah mereka yang juga memiliki reputasi. Bila reputasinya buruk, kesuksesannya pun akan tercoreng. Bisa dibilang, reputasi adalah salah satu faktor kesuksesan seseorang.

Reputasi buatmu memikirkan apa kata orang lain terhadapmu

Petuah lama mengatakan untuk tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan terhadapmu. Hal ini benar apabila kamu merasa bahwa apa yang dikatakan orang lain tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu. Namun, jangan langsung membabi buta untuk mengabaikan apa kata orang lain. Faktanya adalah bahwa yang menilai dirimu adalah orang lain dan merekalah yang akan menentukan bagaimana reputasimu. Apalagi pada era ini yang reputasi tidak hanya dinilai dari kehidupan di luar jaringan (offline), tetapi juga di dalam jaringan (online). Kalimat mutiaranya bukan lagi apa yang kamu baca mencerminkan dirimu tetapi apa yang kamu kicaukan di media sosialmu mencerminkan dirimu.

Sejak bergabung dan menjadi member Blogger Buku Indonesia pada 2014, aku berpedoman untuk selalu menulis ulasan buku dari buku yang sudah kubaca. Walaupun beberapa waktu terakhir ini aku selalu utamakan mengulas buku-buku yang lebih menarik dan ada sisi lain yang harus dibahasnya, aku tetap berusaha untuk mengulas setiap buku yang kubaca. Aku tetap berusaha konsisten. Dan dalam sebuah ulasan yang kubaca di Forbes, menjadi konsisten merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan reputasi. Aku tidak bilang bahwa aku pengulas buku terbaik dan tersohor, masih banyak teman-teman pengulas yang lebih rajin mengulas buku sembari bagi-bagi buku kepada para pembaca setianya. Yang kutekankan di sini adalah setiap orang mengetahui namaku, mereka akan mengingatku sebagai pengulas buku. Membuat orang lain melakukan hal itu adalah usaha untuk membangun reputasi. (Benar, kan? Reputasi adalah tentang bagaimana kamu dinilai dan dianggap oleh orang lain.)

02 April 2017

Ulasan Buku: Angan Senja & Senyum Pagi

Judul : Angan Senja & Senyum Pagi
Pengarang : Fahd Pahdepie
Penerbit : Falcon Publishing
Tahun : 2017
Dibaca : 1 April 2017
Rating : ★★★★

"Seandainya orang lain mengetahui bahwa melupakan adalah sebuah kebahagiaan, mereka akan mengerti bahwa mengingat segalanya adalah penderitaan." (hal. 10)

Kami sedang berada dalam satu taksi dan menuju tujuan kami masing-masing ketika rekan kantor yang duduk di sebelahku memberi tahu bahwa dia baru saja membeli sebuah buku. Setelah kupaksa untuk memberi tahu buku apa yang dibelinya, ia mengeluarkan buku terbarunya Fahd Pahdepie itu dari ranselnya. Aku yang memang orangnya suka memaksa kehendak orang lain apalagi yang berhubungan dengan buku langsung memohon-mohon padanya untuk meminjamkan buku itu kepadaku. Dia yang tahu aku suka membaca akhirnya menyerahkan buku itu dan berujar, "Pokoknya Senin harus udah balik ya!" Aku yang ketar-ketir karena berencana ingin membaca buku genre fantasi selama April harus menelan ludah sendiri dan mengiyakan permintaannya. Untungnya, tak perlu waktu lama untuk menyelesaikan buku ini. Aku lega bisa mengembalikan bukunya tepat waktu.

***

Angan Senja sedang duduk di tempat persembunyiannya ketika Senyum Pagi mengagetkannya. Seperti biasa, Angan sedang tidak ingin ikut pelajaran matematika. Ia toh sudah mengerti materi yang diajarkannya itu. Jadi, ia membolos di tempat persembunyiannya itu dengan membaca The Celestine Prophecy karya James Redfield. Kakak kelasnya itu membuatnya tidak nyaman karena, siapa yang tidak kenal Senyum Pagi di seantero sekolah? Cewek yang begitu nyentrik karena selalu salah kostum setiap hari. Hari itu, orang-orang mengenakan seragam putih-putih sesuai peraturan sekolah, namun Senyum Pagi mengenakan seragam putih-abu. Dan itulah kesan pertama Angan Senja terhadap Senyum Pagi yang merasuk ke dalam inti memorinya.

Senyum Pagi keluar dari mobilnya, sebuah Isuzu Panther berpalet silver keluaran terbaru yang kala itu masih jarang terlihat di jalan-jalan Kota Semarang. Ia diantar Pak Pancar, sopirnya yang setia mengantarnya sejak di Taman Kanak-Kanak. Sampai di kelas, teman-temannya sedang ribut karena ada tugas matematika yang harus dikumpulkan hari itu. Dan, tentu saja, Senyum Pagi lupa untuk mengerjakannya. Waktu tinggal beberapa menit lagi sebelum jam masuk sekolah berbunyi dan ia tidak bisa mengerjakan tugasnya dalam waktu sesingkat itu. Ia juga tidak bisa terkena hukuman. Ia harus meloloskan diri dengan cara apa pun. Hingga ia menemukan tempat yang didiami adik kelasnya pagi itu. Angan Senja. Ia memutar otak karena sempat mendengar nama itu sebelumnya. Ah, nama itu yang ada di poster Olimpiade Matematika di mading. Sudah pasti sangat jago matematika. Dan, dari sinilah semuanya bermula.

26 Maret 2017

Dua Individu Jadi Satu dalam One


"Normal adalah satu-satunya yang pernah kuinginkan
dan aku bersedia menukar
aneh atau ganjil atau spektakuler atau menakjubkan
dengan normal
kapan pun." 
(hal. 148)

Pikirkan tentang satu individu yang memiliki banyak keinginan dan harus bisa memilah-milah mana yang harus dituruti dan mana yang diabaikan. Pikirkan juga tentang satu individu yang memiliki kegemaran dan akan menekuni kegemaran tersebut karena ia amat suka melakukannya. Pikirkan tentang satu individu yang sedang amat menyukai dengan seseorang dan dia akan melakukan apa saja untuk sang pujaan hati. Setelah itu, pikirkan tentang dua individu yang memiliki urusan-urusan kehidupan yang lumrah di atas namun hanya memiliki satu tubuh. Bagaimana mereka bisa menjalankan kehidupan mereka? Apakah mereka benar-benar harus mengorbankan keinginan, kegemaran, serta perasaannya tersebut?

Itulah hal penting yang dapat dipelajari oleh mereka yang memiliki kelebihan khusus yaitu kembar siam. Mereka memiliki dua kepala dengan dua otak yang berbeda namun berada dalam satu tubuh yang sama. Mereka sudah pasti berbagi kaki dan sebagian lainnya mungkin berbagi tangan. Lalu bagaimana dengan organ-organ dalam? Sudah barang tentu makanan yang mereka inginkan atau mungkin makanan favorit mereka berbeda, tapi apakah mereka akan merasakan lapar pada saat yang bersamaan? Apakah ketika satu individu makan lalu individu yang lain juga makan? Dan mari kita luruskan satu hal: kembar siam terdiri atas individu yang berbeda. Walaupun mereka bersatu tubuh, tetapi masing-masing memiliki otak berbeda dan mungkin juga organ hati dan jantung yang berbeda juga yang berarti mereka memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda satu sama lain. Jadi, yang satu adalah individu lalu yang lainnya juga adalah individu. Sudah dipahami? Bagus, karena ini akan amat berpengaruh dalam cerita yang akan diulas sesaat lagi.

Sebenarnya banyak sekali jenis kembar siam dengan macam-macam bagian tubuh yang terhubung pada kembar siam. Para kembar siam memiliki banyak kemungkinan untuk terhubung dengan tubuh lain antara satu sama lain, misalnya pada bagian perut, tulang belakang, panggul, atau bahkan kepala. Namun, bagian tubuh yang paling sering terhubung pada sebagian besar para kembar siam adalah dada. Terhubungnya dada jugalah yang menjadi takdir gadis remaja kembar siam bernama Grace dan Tippi dalam kisah karya Sarah Crossan berjudul One.

19 Maret 2017

Ulasan Buku: Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya

Judul : Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya
Pengarang : Gunawan Tri Atmodjo
Penerbit : DIVA Press
Tahun : 2016
Dibaca : 12 Maret 2017
Rating : ★★★★

"Aku sering berkhayal, andai saja ada kesempatan memilih cita-cita selain nelayan, aku ingin menjadi agen koran dan buku agar bisa membaca sepuas-puasnya." —Tuhan Tidak Makan Ikan (hal. 119)

Sebenarnya, aku sedang bertanya tentang buku terbitan DIVA Press berjudul "Sejumlah Alasan Mengapa Tiap Anak Sebaiknya Melahirkan Seorang Ibu" yang menjadi pilihan salah satu pemenang giveaway #BBIShareTheLove kepada Mas Dion Yulianto. Kenapa Mas Dion? Karena dia bisa memberikan diskon yang lumayan saat kamu berniat untuk membeli buku-buku terbitan DIVA Press. Setelahnya, aku yang berbasa-basi dan tidak sedang sungguh-sungguh ingin menambah lagi timbunanku meminta rekomendasi buku terbitan DIVA Press yang terbit baru-baru ini kepadanya. Ia menyebut buku karya Gunawan Tri Atmodjo ini dan aku dibuat penasaran karena hampir semua ulasannya memuaskan. Walaupun sampul bukunya tidak terlalu memikat (wajah siapa sih itu), aku langsung pesan bukunya. Harus menunggu keesokan harinya sampai bukunya siap karena stok yang ada di kantor habis dan harus mengambil dari gudang. Yah, setidaknya bagaimana aku mendapatkan buku ini bisa menjadi pengantar untuk ulasan kali ini. Lumayan panjang juga ya.

***

Seorang anak laki-laki dihadapkan pada kemiskinan yang membuat dirinya cepat-cepat pergi melaut bersama ayahnya untuk menambah pundi-pundi kehidupan keluarganya. Ia yang sebenarnya punya mimpi lain dan berkeinginan lanjut sekolah harus mengandaskannya karena orang tuanya berpendapat kalau dia terlahir sebagai seorang nelayan. Seperti ayahnya. Seperti nenek moyangnya. Ia sebenarnya amat suka membaca. Ia membaca koran-koran yang tersedia di rumah. Ia bahkan sangat merasa bersalah ketika mengambil buku di perpustakaan sekolahnya dulu dan hingga kini belum dikembalikan. Ada delapan buku yang terdiri dari tiga buku keagamaan, dua buku cerita rakyat, dua buku pertanian berjudul sama, dan satu buku keterampilan. Ia telah berjanji—setidaknya kepada dirinya sendiri—akan mengembalikan buku-buku itu ke perpustakaan sekolah setelah membacanya dan akan ditepati.

Hingga pada suatu ketika musim paling berat dari yang paling berat itu tiba. Ia bersama ayahnya tidak banyak mendapatkan ikan dan berangsur-angsur yang mereka dapatkan dari laut hampir nihil. Mereka bahkan berhutang untuk membeli bahan bakar perahu. Begitupun dengan nelayan-nelayan lain di desanya. Sampai pada suatu keputusan bahwa mereka akan melalukan persembahan kepada Tuhan. Seluruh nelayan di desa akan mengumpulkan semua hasil tangkapan ikan untuk dikurbankan seberapa pun hasilnya. Ternyata pada saat hari persembahan, anak laki-laki dan ayahnya mendapatkan banyak hasil tangkapan, bahkan ada cumi-cumi berukuran agak besar yang lezat dan bernilai jual tinggi. Bagaimanapun, mereka sudah berjanji untuk mempersembahkan hasil tangkapan hari itu kepada Tuhan. Yah, apa boleh buat. Mereka hanya bisa menelan ludahnya sendiri. 

14 Maret 2017

Vegetarian dalam The Vegetarian

Edited by Me

Mari mulai ulasan ini dengan bagaimana orang-orang memilih untuk tidak makan daging sama sekali untuk sisa hidup mereka. Banyak di antara mereka yang memilih menjadi vegetarian untuk kesehatan atau keinginan untuk melindungi hak-hak binatang. Aku menelusuri beberapa pengalaman para vegetarian di internet dan menemukan dua orang yang kisahnya menarik untuk disimak. Satunya adalah orang Indonesia dan yang satu lagi dari luar negeri. Singkatnya, yang orang Indonesia tidak menjadi vegetarian karena menyayangi binatang, namun karena ia merasa bahwa memakan daging bukan hal yang baik. Untuk yang orang luar negeri menjadi vegetarian tanpa alasan apa pun. Ia hanya tidak ingin menjadi vegetarian pada suatu hari lalu merasa tidak berselera untuk makan daging pada hari-hari berikutnya.

Namun, setelah merasa bahwa menjadi vegetarian itu baik, mereka menemukan kebaikan menjadi vegetarian. Terutama untuk kesehatan dan juga dari sisi spiritualisme. Mereka melihat bahwa banyak orang-orang cerdas, penemu-penemun hebat, dan pemikir-pemikir besar masa lalu ternyata adalah vegetarian. Mereka juga menemukan bahwa pola makan vegetarian menghemat sumber daya alam di Bumi secara signifikan. Untuk kesehatan, sudah banyak terbukti bahwa diet vegetarian memberi harapan hidup lebih lama dan terhindar dari banyak risiko penyakit seperti kanker dan diabetes serta kadar kolesterol yang lebih stabil. Dari sisi spiritualisme, mereka akan lebih tenang karena, setidaknya, mereka tidak memakan daging binatang yang harus diputuskan hidupnya untuk dikonsumsi manusia.

Mengetahui penyebab para vegetarian dengan dalih-dalihnya di atas memberikan banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang terjadi bagi para vegetarian. Tentu saja, mereka tidak mendapatkan asupan protein hewani yang ternyata juga penting. Bagi vegetarian yang tidak mengkonsumsi produk olahan hewan seperti susu dan keju akan mengalami efek samping yang lebih banyak seperti kekurangan kalsium. Sebagian dari mereka amat membenci daging sehingga melihat orang-orang yang memakan daging akan membuat mereka mual atau bahkan merinding. Celah inilah yang bisa diambil sebagai bahan cerita. Kamu bisa memulai membuat ceritamu sendiri tentang para vegetarian, tentang penyebab-penyebab mereka yang menjadi vegetarian, hingga dampak-dampak yang terjadi setelah mereka tidak makan daging selama hidup. Ini juga yang aku lihat sebagai celah fiksi setelah membaca kisah Yeong Hye dalam The Vegetarian karya Han Kang.

08 Maret 2017

Ulasan Buku: Of Mice and Men

Judul : Tikus dan Manusia
Judul Asli : Of Mice and Men
Pengarang : John Steinbeck
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017
Dibaca : 19 Februari 2017
Rating : ★★★★

"Begini saja, Lennie. Nanti, begitu aku bisa, aku akan memberimu anak anjing. Mungkin kau tidak akan bikin yang itu mati. Akan lebih baik dibandingkan tikus. Dan kau bisa elus dia lebih kuat." (hal. 22)

Secara tidak sengaja aku menemukan potongan obrolan yang disimpan dalam aplikasi perpesanan seperti ini: 'Hope' nggak pernah salah. Yang biasanya ngaco itu 'expectation'. Mungkin benar sih, ekspektasi kita ke orang terkadang berlebihan, terlalu menganggap dia 'best friend'. Petikan itu terasa menggebu-gebu dan penuh emosi. Sayangnya, aku lupa dengan siapa aku mengobrol dan membicarakan best friend sampai sebegitu intimnya. Dan aku juga tidak ingat siapa yang menuliskannya: aku atau lawan mengobrolku. Terlepas dari hal-hal pikun itu, aku bisa mengerti tentang petikan di atas dan memang beberapa yang diharapkan dan menjadi ekspektasi akan menyakitkan bila tidak sesuai kenyataan. Apalagi soal teman dekat atau sahabat.

***

George dan Lennie adalah dua pekerja serabutan yang berpindah-pindah dari satu rumah peternakan ke rumah peternakan lain. Bila sang pemilik sudah tak lagi membutuhkan mereka, mereka akan dilimpahkan ke pemilik lain yang menginginkan jasa jongos. Atau dalam kasus George dan Lennie, mereka kabur dari rumah peternakan si pemilik karena mereka berbuat sesuatu yang tidak sopan. Sebenarnya, Lennie yang berbuat tidak sopan. Ia mengelus-elus paha seorang wanita karena penasaran alih-alih bernafsu ingin melakukannya. Wanita itu tentu saja menjerit kencang. Untunglah George lekas membawa Lennie pergi walaupun sedikit alot karena Lennie masih ingin mengelus paha mulus sang wanita. Mereka kabur dari lingkungan tersebut dan coba mencari rumah peternakan lain.

Dalam perjalanan, George melihat Lennie menyembunyikan sesuatu di tangannya. George tahu apa itu: hewan pengerat menjijikkan. George marah dan minta Lennie menyingkirkannya. Namun, Lennie malah meraung-raung memohon agar George membiarkannya menyimpan binatang itu. George tidak suka karena itu sudah mati dan bisa saja Lennie memakannya secara diam-diam. Lennie bersikukuh untuk tetap menyimpannya. Sampai George memaksanya dan membiarkan Lennie menangis. George berjanji untuk menggantinya dengan anak anjing. Dan George menepati janjinya.

04 Maret 2017

Ulasan Buku: Everything, Everything

Judul : Everything, Everything
Pengarang : Nicola Yoon
Penerbit : Spring
Tahun : 2016
Dibaca : 4 Maret 2017
Rating : ★★★★

"Menginginkan satu hal hanya akan membawa ke lebih banyak lagi keinginan. Keinginan itu tidak pernah ada ujungnya." (hal. 91)

Selalu dibuat penasaran dengan bagaimana novel remaja mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada karakter di dalamnya. Semakin banyak novel remaja yang diterbitkan, semakin besar tantangan para penulisnya untuk membuat cerita yang unik dan berbeda dari yang lain. Banyak jadi memadukan dua cerita dari dua buku berbeda yang sudah ada. Tidak sedikit pula yang mencontoh satu cerita lalu mengeksplorasi dengan imajinasi si penulis sendiri. Namun, bisa dibilang hanya beberapa penulis yang bisa membuat kisahnya orisinil. Setidaknya, pembaca merasa belum pernah menikmati cerita yang setipe sebelumnya.

***

Madeline Whittier sudah berbeda dengan manusia lainnya sejak kecil. Ia dikurung oleh ibunya. Tidak, bukan seperti itu. Ia dijaga oleh ibunya karena penyakitnya yang mengharuskannya tetap berada di rumah. Bila keluar barang sebentar saja, pertahanan tubuhnya yang lemah akan membuatnya sekarat dan bisa jadi mati. Ibunya yang amat menyayanginya itu membuat rumahnya betah untuk ditinggali oleh Madeline. Madeline memiliki banyak buku. Madeline punya laptop dan koneksi internet yang kencang. Ada juga sebuah ruangan berdekorasi layaknya hutan artifisial dan Madeline dibolehkan ke sana jika ingin merasakan sensasi berada di Dunia Luar. Semua ini berjalan baik-baik saja sepanjang hidup Madeline sampai cowok itu menempati rumah di depan rumahnya.

Oliver 'Olly' Bright pindah bersama kedua orang tuanya dan seorang adik. Awalnya, mungkin kehidupan keluarga mereka berjalan normal dan bahagia. Pagi hari ayahnya berangkat kerja dan pulang pada malam hari. Sampai percekcokan itu terdengar. Ayahnya Olly marah-marah dengan perkataan kasar. Ia juga selalu membuat rumah jadi tak nyaman ditinggali. Adiknya Olly—Kara—merokok setiap pagi dan menguburkan puntungnya agar tak ada yang ketahuan. Namun, Olly tetap Olly. Kelincahan tubuhnya dan mata biru lautnya membuat Madeline ingin bertemu dengannya. Mereka pun berkirim pesan dan menceritakan banyak hal. Bahkan Madeline memiliki nama panggilan khusus dari Olly: Maddy. Apakah Maddy mengambil risiko untuk bertemu dengan Olly?

26 Februari 2017

Ulasan Buku: Tanaman Monster

Judul : Tanaman Monster (Weird and Wicked Series #1)
Pengarang : Ernita Dietjeria
Penerbit : Kiddo (imprint KPG)
Tahun : 2014
Dibaca : 15 Februari 2017
Rating : ★★★

Mata pelajaran apa yang kamu sukai ketika Sekolah Dasar dahulu? Matematika? Bahasa Indonesia? IPA? IPS? Kala itu aku berpikiran harus menyukai IPS setelah mengenal Geografi karena terdapat cuplikan namaku pada kata itu. Kenaifanku tersebut membuatku sangat menyukainya. Bahkan aku ingat saat kelas 4 SD diberi tugas untuk membuat peta timbul menggunakan bubur kertas koran dan aku sangat menikmati setiap proses merendam kertas, membuat gambar yang sesuai skala pada alas, membentuknya, menunggunya dijemur, hingga memberi warna pada peta tersebut. Hingga waktunya pengumpulan karya, aku dikejutkan dengan buatanku yang tidak bagus-bagus amat dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Saat itulah aku menyadari untuk mengganti mata pelajaran favorit. Dan aku memilih IPA karena ada Biologi yang masih membahas tentang alam dan ruang terbuka. Entah kenapa aku begitu impulsif saat itu.

***

Tonit begitu ambisius dengan tugas mencari tanaman unik untuk mata pelajaran IPA. Dia mengajak Alvin, temannya, untuk pergi ke hutan dan mencari tanaman yang sesuai dengan keinginannya. Saat Alvin memintanya untuk pulang karena hari sudah hampir gelap, Tonit akhirnya menemukan sebuah tanaman yang berbentuk seperti kantung dan memiliki duri-duri pada permukaannya. Tonit yakin hanya dirinya yang akan membawa tanaman itu. Ia asal mengambil dan membawanya pulang tanpa mengetahui tanaman apa yang dia pilih itu. Tanpa mengetahui hal besar yang akan menimpanya setelah kehadiran tanaman itu.

Setelah mengetahui tanaman apa yang dibawanya pulang, Tonit menjadi semakin antusias untuk merawatnya. Tanaman berkantung itu ternyata karnivora yang memakan lalat dan serangga-serangga lainnya. Tanaman itu juga sangat mahal bila dijual karena langka dan banyak orang yang ingin memilikinya. Tonit semakin bergesa untuk memberinya makan. Tidak hanya serangga, ia memberi tanaman itu ayam goreng bahkan rendang daging sapi. Semuanya demi tanaman itu semakin tumbuh besar sehingga bernilai jual tinggi. Setelah mendapatkan uangnya, ibunya tak perlu lagi bekerja dan bisa menghabiskan waktu bersamanya dan kakaknya lagi. Apakah semua akan berakhir sesuai rencananya?

23 Februari 2017

BBI Share the Love 2017: Cuap-Cuap Pamungkas Sharie

Edited by Me

Akhirnya acara yang sedikit bikin pusing ini berada di pengujung. Aku ingat ketika pertama kali berkenalan dengan Sharie dan memintanya untuk memberikan ide segar. Kami memikirkan banyak topik untuk diangkat dalam tukar pos kali ini dan berakhir pada ide untuk menceritakan apa yang membuat masing-masing dari kami begitu menyenangi membaca. Aku menuliskannya di blog Sharie dan begitu pula sebaliknya. Satu hal yang pasti adalah intensitas komunikasi kami semakin sering karena kami sama-sama diskusi untuk menentukan konsep yang berbeda namun tidak sampai membuat kami berdua kerepotan. Yah, kamu tahulah, bagaimana jika orang yang memiliki kesibukan mencoba untuk berkomitmen dengan acara yang diikutinya. 

Pada pos kali ini. Aku ingin bercerita tentang Sharie yang sangat menyukai buku-buku karya Agatha Christie. Aku bertanya tentang karakter favoritnya dari karya Agatha Christie dan jawabannya adalah: Aku suka Miss Marple karena kami sama-sama perempuan. Terus aku merasa kalau Miss Marple itu adalah Agatha Christie. Hehe. Selain itu, mungkin karena aku suka orang yang terlihat biasa-biasa saja namun menghanyutkan. Tahu kan kalau Miss Marple itu perempuan tua? Tapi karena kesehatannya yang rentan itu, kadang ia tidak "dianggap" oleh si tersangka. Selain itu, kala menyelidiki secara personal, ia bisa membuat penyamaran dengan merumpi. Padahal sebenarnya ia sedang menggali informasi. Jadi ingin seperti Miss Marple dari segi ketajaman pikirannya. Dan berharap kalau tua nanti masih bisa menikmati bacaan bergenre kriminal dan thriller. 

Aku tidak pernah tahu siapa itu Miss Marple. Aku baru membaca satu buku karya Agatha Christie yang berjudul "And Then There Were None" dan itu juga karena aku menyukai serial televisinya yang sudah diadaptasi pada 2015 lalu. Dan, memang, bagus. Aku sempat mencari referensi karya Agatha Christie lain yang mungkin bisa kubaca dan beberapa teman memberi rekomendasi buku yang judulnya "Murder on the Orient Express". Doakan aku, teman-teman, agar bisa membacanya suatu hari nanti. Terima kasih.

22 Februari 2017

Blog Tour: Milea + Giveaway

Judul : Milea: Surat dari Dilan
Pengarang : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Tahun : 2016

Sebuah buku bisa sangat laku karena beberapa hal. Pertama, bisa jadi buku tersebut ditulis oleh seorang terkenal yang telah melanglang buana di dunia publik figur sehingga banyak orang yang tahu tentangnya dan mungkin saja menggemarinya. Dengan begitu, sang penulis tak perlu payah untuk mempromosikan bukunya karena sudah pasti banyak orang yang akan penasaran buku apa yang ditulis olehnya sehingga membelinya. Yang kedua adalah keunikan dari buku itu sendiri. Entah itu digadang-gadang sebagai pionir dari sebuah genre atau subgenre, karakternya yang kuat, gambar sampulnya yang sangat ingin dimiliki dan dibaca, atau yang lainnya.

***

Dilan akhirnya bicara. Ia menyampaikan kisah yang sudah diceritakan oleh Milea melalui sudut pandangnya sendiri. Dimulai dari masa kecilnya yang bahagia dan harmonis bersama orang tua di Bandung, pertama kali melihat gadis rupawan bernama Milea Adnan Hussein, sampai kisah-kisah selanjutnya yang, sebenarnya, sudah disampaikan oleh Milea pada dua buku sebelumnya. Tapi, bila memang banyak yang memintanya angkat suara, Dilan harus apa? Tentu harus melakukan permintaan tersebut. Maka dengan buku ini, Dilan menumpahkan semua yang dirasakannya dan memberikan penjelasan tentang apa yang sudah dilaluinya.

Dilan bercerita tentang kecemburuannya terhadap Milea kala gadis itu diajak pergi ke ITB oleh Kang Adi. Sampai beberapa hari setelahnya ibunya Milea menelepon Dilan dan memberi tahu bahwa Milea menangis karena merasa sudah membohongi Dilan karena sudah berjanji tidak akan pergi saat itu. Melalui buku ini, Dilan juga bercerita ketika ia menghajar Anhar karena Anhar menampar Milea. Padahal Anhar belum menjelaskan apa pun kepada Dilan. Dilan berpendapat bahwa ia masih terbawa emosi, padahal Anhar hanya ingin Dilan memberikan perhatian kepada sahabat-sahabatnya setelah berpacaran dengan Milea.

19 Februari 2017

Ketakutan yang Tersaji dalam Semua Ikan di Langit

Edited by Me

"Menyayangi itu adalah kegiatan yang menakutkan." (hal. 64)

Ada tiga cara mendapatkan manisnya iman yang disampaikan khatib saat khutbah Jumat kemarin. Salah satu caranya adalah dengan merasa takut kepada Tuhan. Hal ini penting karena bagaimana seseorang bisa beriman bila berani hengkang dari apa yang dipercayainya. Menurut Alquran dan Hadis, takut merupakan sifat orang yang bertaqwa dan menjadi bukti iman kepada Tuhan. Dalam perkara rasa takut ini, khatib mengingatkan kembali tentang memperhitungkan akibat dari apa yang sudah dan akan dikerjakan. Kalau membawa pahala, maka lakukan. Kalau membawa dosa, maka tinggalkan.

Ketakutan memang menakutkan. Mereka benar-benar bisa jadi penghalang seseorang untuk maju atau setidaknya menikmati hidup. Dengan berpikiran pada ketakutan-ketakutannya, seseorang tidak bisa tidur. Seorang lainnya terlalu menanggapi ketakutannya sehingga tidak pernah beranjak untuk melakukan hal lain. Ada pula orang yang coba membuat sebuah pilihan yang akan mengubah hidupnya namun terlalu lama untuk memikirkan ketakutan-ketakutannya dan berakhir dengan kegagalan karena terlambat untuk melakukannya. Namun, sepertinya setiap persona memiliki ketakutannya masing-masing. Biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan bersifat pertaruhan tentang hidup yang tidak akan diketahui sebelum mengalaminya namun terus-menerus menghantui. Memang, kebanyakan ketakutan-ketakutan tersebut biasanya berkenaan dengan keberlangsungan hidup.

14 Februari 2017

BBI Share the Love 2017: Sharie dan Kecintaannya pada Membaca + Giveaway

Edited by Me

Sebenarnya sudah sejak lama aku kenal dengan istilah Hari Kasih Sayang atau yang biasa disebut Valentine. Selama itu pulalah aku bertanya-tanya apa sih yang dilakukan orang-orang pada Hari Kasih Sayang. Apakah mereka saling berpelukan dalam kurun waktu beberapa menit? Saling memberi hadiah seperti cokelat atau bunga? Menyalurkan kebahagiaan bersama orang-orang tedekat dengan cara mentraktir mereka? Atau apa? Bukannya kasih sayang sudah semestinya ada setiap manusia itu bernapas? Pertanyaan itulah yang kemudian membuatku bertanya kepada beberapa teman tentang arti Hari Kasih Sayang menurut mereka. Setelah tahu jawabannya, aku pun tahu bahwa mereka sebenarnya juga tidak merayakan Hari Kasih Sayang.

Seperti Hari Ibu yang merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan sayang kepada ibu tercinta, Hari Kasih Sayang juga dibuat sebagai momentum untuk merayakan perasaan kasih dan sayang masing-masing individu. Bila lebih dibuat simpel lagi, ini juga seperti perayaan ulang tahun. Kita tahu bahwa setiap harinya umur kita bertambah. Namun, ada satu momen ketika kita berada tepat pada hari ketika umur kita bertambah. Dan hal itu membuat kita ingat bahwa kita sudah semakin tua dan harus menjadi lebih dewasa.

Pada momen Hari Kasih Sayang tahun ini, BBI membuat acara BBI Share the Love 2017 yang salah satu tujuannya adalah menunjukkan kasih sayang dengan memberikan hadiah buku sesama anggota. Aku yang ingin tetap eksis di komunitas ini tentu tidak mau ketinggalan. Setelah mendaftarkan diri, aku mendapatkan pasangan untuk saling menunjukkan kasih sayang dengan cara saling membelikan buku. Pasanganku adalah seorang wanita yang berdomisili di Karawang bernama Ratna Sari atau yang dirinya sendiri ingin kupanggil Sharie. Sebenarnya kami sudah saling berinteraksi melalui media sosial, namun tidak sampai sejauh itu.

11 Februari 2017

Ulasan Buku: Before Us

Judul : Before Us
Pengarang : Robin Wijaya
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2012
Dibaca : 10 Februari 2017
Rating : ★★★

"Rasa tak harus selalu diterjemahkan. Biar ia membimbing kita menuju tempat yang semestinya, tanpa perlu kita tanya." (hal. 80)

Entah ini sebuah pepatah atau kutipan atau hanya pendapatku saja, bahwa membaca buku adalah membaca peradaban dan zaman. Ketika kamu membaca buku-buku klasik yang sudah bertahun-tahun lalu dibuat, kamu akan tahu sedikit-banyak tentang apa yang diceritakan pada masa itu. Begitupun ketika kamu membaca buku-buku yang sudah beberapa tahun diterbitkan. Seperti buku ini yang terbit pada 2012 dan menceritakan tentang dua sahabat yang suka menonton film VCD dan mereka saling berkirim pesan melalui BlackBerry Messenger. Aku berpikir, ya, mungkin saja pada masa itu aplikasi berkirim pesan BBM sangat populer dan orang-orang masih mencari bahan tontonan melalui kepingan VCD. Tahun-tahun berlalu, dan kini sudah banyak yang menonton film via streaming dan juga meninggalkan aplikasi BBM. Zaman berubah. Orang-orang berubah.

***

Tidak mudah bagi Agil Aditama menjadi seorang suami setelah sahabatnya kembali. Hampir bertahun-tahun tidak berkontak, Radith Satya yang baru pulang dari Korea menemuinya untuk melepas rindu. Saat itu, Agil masih dalam masa persiapan pernikahan bersama Ranti, temannya dan Radith sejak zaman kuliah. Agil sedang sibuk-sibuknya mencicil satu demi satu keperluan pernikahannya dengan Ranti. Namun, kehadiran Radith membuatnya merasa tidak keruan. Memori masa lalunya bersama Radith kembali mengemuka, saat-saat menyenangkan ketika menonton film bersama melalui VCD dan yang lainnya. Juga memori tentang perasaannya terhadap Radith.

Tentu beralasan mengapa Agil begitu risau ketika Radith datang. Radith adalah masa lalunya. Sahabat yang lebih dari sekadar sahabat. Mereka saling bergantung. Mereka saling terikat. Bahkan ketika mereka satu sama lain memperkenalkan pacarnya, masing-masing dari mereka merasa cemburu. Perasaan yang muncul bukan secara tiba-tiba. Mereka seperti memupuknya, namun terlalu banyak sehingga berlebihan. Namun, apa perasaan itu salah? Bagaimana dengan masa depan Agil dan istrinya?

06 Februari 2017

Blog Tour: Simon vs the Homosapiens Agenda + Giveaway

Judul : Simon vs the Homosapiens Agenda
Pengarang : Becky Albertalli
Penerbit : Spring
Tahun : 2017
Dibaca : 5 Februari 2017
Rating : ★★★

Internet bagai tsunami yang menerjang sebuah pantai yang damai. Begitu tiba-tiba. Begitu besar. Bagi mereka yang sudah bersiap mungkin akan lekas menuju dataran yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri. Tapi bagi mereka yang berleha-leha dan terlalu menikmati keindahan pantai, akan hanyut terbawa arus. Banyak orang Indonesia yang terjebak dengan internet—terutama media sosial. Ada yang berpamitan untuk bertemu seseorang yang baru dikenalinya vis media sosial dan berakhir dengan meninggal dunia. Namun, tidak banyak yang menemukan jodoh mereka melalui internet. Mungkin kamu dan aku juga. Entahlah.

***

Simon Spier menemukan sebuah pos di Tumblr. Mungkin pos tersebut tidak berarti bagi orang lain tetapi tidak bagi Simon. Ia ingin mengetahui siapa pemilik pos tersebut dan menemukan alamat surelnya. Memberanikan diri, ia akhirnya mengirimkan sebuah pesan kepada alamat pseudonim itu. Sayangnya, tidak ada balasan sampai berhari-hari setelahnya dan ia hampir menyerah. Sampai keajaiban itu datang dengan balasan surel dari pemilik pos Tumblr. Nama samarannya Blue—yah, setidaknya itu sebuah nama—dan mereka satu sekolah yang sama.

Korespondensi di antara mereka berdua berjalan semakin intim namun tetap aman sampai Martin menemui Simon pada hari itu. Hari di mana Simon lupa keluar dari akun surel pseudonimnya. Hari di mana Martin memiliki screenshot balas-balasan surelnya dengan Blue. Hari di mana Martin menginginkan di-PDKT-kan dengan Abby, cewek populer yang sangat dekat dengan Simon. Hari di mana Simon tahu kalau ia sedang diperas. Hari di mana mungkin segalanya akan berakhir bagi Simon dan Blue.

04 Februari 2017

Petuah Berbalut Perumpamaan dari The Return of the Young Prince

Edited by Me
"Berpeganglah pada prinsip-prinsipmu dan kau akan mengilhami orang lain; sadarlah akan keberadaanmu dan kau akan membangunkan mereka yang hidup sambil tidur. Hiduplah dengan bertujuan dan kau akan memenuhi takdirmu." (hal. 40)

Membaca berarti menyelami kisah-kisah penulis dan pendapat-pendapatnya. Sebagian yang saking sangat mirip dengan keadaanmu membuatmu begitu setuju dengan pendapatnya. Namun, sebagian yang lain tidak bisa diterima karena, yah, tidak masuk akal bagimu. Hal-hal seperti ini yang menjadi menarik jika dituliskan kembali. Tak heran jika satu buku memberikan arti dan pandangan berbeda-beda bagi setiap pembacanya. Dan bagiku, ada tiga petuah yang dibungkus perumpamaan dari "The Return of the Young Prince" yang dapat kusarikan sebagai berikut.

1. Perumpamaan Pintu

Bahasan ini berada di awal ketika Pangeran Muda baru saja mengobrol dengan si pengemudi. Ia bertanya tentang "masalah" yang dijawab panjang lebar oleh si pengemudi. Teorinya sederhana. Bahwa masalah ibarat pintu yang kuncinya tidak dimiliki, seperti yang dijabarkan pada Bab III buku ini. Masing-masing persona harus mencari kunci yang cocok, dan memasukkannya ke dalam lubangnya dengan benar. Yang terlihat sederhana namun sebenarnya tidak seperti itu. Si pengemudi menjelaskan bahwa beberapa orang bahkan tidak menemukan kunci itu—bukan karena mereka tidak mempunyai otak, melainkan karena mereka tak mau mencoba beberapa kali dengan kunci-kunci yang sudah mereka miliki, dan kadang-kadang mereka tidak mau mencoba sama sekali.

Penjabaran tentang perumpamaan rumah dan kunci benar-benar panjang lebar dan aku tidak akan menyebutkan semuanya di sini. Aku kembali diingatkan bahwa masalah bukan untuk dihindari tetapi untuk diakhiri. Aku ingat baru-baru ini ibuku bicara tentang masalah. Beliau berkata bahwa masalah memang selalu hadir dalam hidup dan pasti akan bertemu penyelesaiannya. Jangan terlalu dirundung kesedihan dan kekecewaan. Percayalah, di balik kesulitan dan masalah, pasti ada kemudahan. Itulah yang Tuhan katakan melalui kitab-Nya.

02 Februari 2017

Temukan Makna Cinta dalam Love Is... Karya Puuung

Edited by Me

Februari tiba! Aku ingat tahun lalu aku menulis tentang Hari Kasih Sayang sembari memeriahkan Posting Bareng BBI 2016. Kamu tahu kan, bahwa sebagian orang menganggap merayakan Hari Kasih Sayang adalah haram dan tidak dibolehkan oleh agama. Maka, aku angkat topik itu dan meminta pendapat teman-teman bloger lain tentang Hari Kasih Sayang. Sayangnya, tahun ini BBI tidak mengadakan Posting Bareng lagi dan membuat terobosan baru dengan Read and Review Challenge 2017. Bilapun ada Posting Bareng lagi, apa ya tema yang sekiranya tidak melulu tentang Hari Kasih Sayang di Februari?

Lupakan tentang Hari Kasih Sayang serta segala pro-kontranya dan mari bicara soal kasih sayang itu sendiri. Menurut KBBI V, kasih sayang adalah cinta kasih atau belas kasihan. Nah, aku sebenarnya menginginkan arti yang lebih utuh dari frasa tersebut namun aku malah mendapatkan frasa sebagai arti dari frasa. Lucu sekali. Jadi, lebih baik aku memberikan pendapatku saja. Secara umum, kasih sayang adalah perasaan tanpa pamrih yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dan bisa jadi berlaku sebaliknya. Setidaknya itulah yang kutahu. Dan ternyata definisi cinta dan kasih sayang sangat luas. Aku mendapatkannya dari dua buku berilustrasi karya Demi Park atau—nama bekennya—Puuung. Dua buku itu masing-masing berjudul "Love Is..." dan "Love Is... 2". Judul simpelnya menyimpan makna mendalam tentang arti cinta dan kasih sayang. Tidak banyak, dua poin di bawah inilah yang membuatku kembali mengerti makna cinta dari dua novel grafis karya Demi Park.

26 Januari 2017

Ulasan Buku: Jogja Jelang Senja

Judul : Jogja Jelang Senja
Pengarang : Desi Puspitasari
Penerbit : Grasindo
Tahun : 2016
Dibaca : 25 Januari 2017 (via SCOOP)
Rating : ★★★

Percaya akan kebetulan? Sebagian orang berpendapat bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan karena sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Masa bodoh tentang kebetulan atau takdir karena ini yang kualami: Setelah membaca "Nyanyian Akar Rumput", aku coba menilik salah satu toko buku daring dan mendapati satu buku yang sedang masa pre-order. Setelah kukulik lebih jauh, sang pengarang telah menulis beberapa buku dan salah satunya ada format digitalnya. Kupastikan buku itu bukan sastra karena aku baru saja selesai baca sastra. Aku butuh istirahat dengan cara membaca buku bertema ringan. Lalu, aku baca buku itu tanpa ekspektasi apa pun. Selain kisah cinta, buku itu ternyata bercerita tentang perlawanan berlatar tahun 90-an bahkan menyebut-nyebut Wiji Thukul. Apa namanya kalau bukan kebetulan?

***

Senja itu di kota Jogja, Kinasih dan Aris saling bertubrukan saat mengendarai sepeda. Tentu secara tidak sengaja. Keduanya sedang sama-sama terburu-buru. Kinasih harus lekas pulang ke rumah karena waktu Maghrib akan segera tiba. Ia harus menyiapkan hidangan berbuka puasa. Sementara Aris harus meliput suasana pasar Ramadan di kawasan Kotagede. Tugasnya sebagai wartawan harus benar-benar diburu waktu. Bila terlambat barang semenit, peristiwa penting bakal terlewat. Karena terburu-buru, ebagai permintaan maaf, Aris memberikan kartu namanya kepada Kinasih. Kalau-kalau wanita itu meminta pertanggungjawabannya.

Kinasih mengayuh sepeda milik Midah menuju kantor Aris di Jalan Mangkubumi. Sebenarnya, luka yang dialaminya sudah membaik karena telah diberi obat merah. Tapi, sepedanyalah yang penting. Ia amat membutuhkan sepeda itu untuk bekerja. Untungnya lelaki itu menyanggupi. Selama menunggu sepeda Kinasih diperbaiki, Aris berjanji untuk mengantar jemput Kinasih bekerja sebagai jalan keluar sementara. Kinasih merasa tidak enak. Aris tidak perlu merepotkannya seperti itu. Namun, Aris tetap bersikukuh. Dan, dari tabrakan kecil itulah kisah cinta Kinasih dan Aris dimulai.

25 Januari 2017

Istirahatlah Kata-Kata Bersama Nyanyian Akar Rumput

Judul : Nyanyian Akar Rumput
Pengarang : Wiji Thukul
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 21 Januari 2016 (via SCOOP)
Rating : ★★★★

Seseorang mengajakmu keliling kota. Tak perlu risau, ia menjanjikan kali ini tak mengeluarkan uang sepeser pun. Ia mengajakmu ke toko perbelanjaan tingkat lima untuk melihat-lihat. Yah, masuk pun tak bayar kan. Lalu, ia juga bisa mengajakmu ke gedung bioskop untuk melihat-lihat poster atau ke diskotek untuk mendengar detak musik dan denting botol. Pasti banyak tawa di sana. Atau kamu bisa ke hotel baru bintang lima. Ada peresmian yang dibuka pejabat tinggi di sana. Sudah merasa capek? Maka pulanglah. Ia akan mengajakmu kembali ke rumah kontrakan dan bersiap untuk kerja di pabrik esok hari. Jangan lupa sarapan nasi bungkus terlebih dahulu, agar kuat bekerja sampai sore. Yah, ngutang juga tidak apa-apalah.

***

Kamu akan mengira tulisan di atas adalah fiksi buatanku sendiri. Namun, tidak. Tulisan di atas merupakan cerita yang disarikan dari puisi "Nonton Harga" karya Wiji Thukul. Dalam buku ini, ada pada halaman 156-157. Dari gubahan di atas, dapat disimpulkan bahwa bait-bait karyanya sangat mudah dibaca dan dicerna. Pilihan diksinya yang tak mendayu-dayu dan ringkas menjadikan puisi-puisi Sang Wiji berbeda dengan karya penyair lain. Sehingga bisa kubilang bahwa bersama buku ini, aku mendapatkan pengalaman baca puisi yang berbeda dengan yang lain.

Penggal-penggal bait yang dibawakannya berbeda dari yang dilontarkan para penyair-penyair lain. Puisinya murni tentang perlawanan. Yang membacanya diajak untuk mengenal suara yang dielu-elukan orang-orang bawah. Selain itu, Wiji Thukul kentara sekali melakukan perlawanan pada pemerintahan kala itu. Dalam pengantar buku ini disebutkan bahwa Wiji Thukul dengan tepat menggambarkan keterwakilan kelas sosialnya sebagai aktivis dan seniman rakyat. Kalimat "Maka hanya ada satu kata: lawan!" pun menjadi begitu populer melebihi sang penyair itu sendiri dan berhasil menemukan api bagi simbol perlawanan.

22 Januari 2017

Arti Kesetiaan dalam The Devotion of Mr. X

Edited by Me

Adalah penting untuk membahas soal kesetiaan yang didasarkan tokoh utama pada buku ini. Begini, ada seorang pria yang begitu mengagumi tetangganya—seorang wanita beranak satu yang telah bercerai dengan suaminya. Mereka tak pernah mengobrol. Mereka tak pernah bercengkerama laiknya tetangga. Mereka hanya bertegur sapa kala berpapasan. Suatu ketika wanita itu mendapat kesulitan yang sebenarnya adalah kesalahannya sendiri. Seperti itu kan perbuatanmu, tentulah kamu yang menerima risikonya betapa pun itu. Namun berkat kekaguman yang telah lama dipendam, sang pria hadir untuk memikul risiko yang seharusnya milik sang wanita. Sang pria mengorbankan segalanya bahkan harga dirinya untuk sang wanita. Saking kagumnya sang pria, ia akan melakukan apa pun agar kesalahan sang wanita tertutupi lebih-lebih terhapuskan.

Setia adalah kata yang amat ampuh. Coba saja lontarkan kata itu kepada pasanganmu (bila punya), hatinya pasti berbunga-bunga. Ia akan merasa bahwa hidupnya sempurna karena telah mendapatkan pasangan yang telah bersumpah akan bersamanya sampai akhir hayatnya. Tapi semudah itukah melontarkan kata setia? Apalagi dalam sebuah hubungan serius. Oke, baiklah, aku memang bukan ahli percintaan, tapi aku sedikit banyak tahu apa yang membuat setia adalah hal terpenting dan di atas apa pun dalam sebuah hubungan. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?

Back to Top