30 Juni 2016

Akhirnya Raafi Mengaku


Sedikit dilema dengan topik bahasan Posting Bareng BBI bulan ini. Pertama, topik yang diusung tentang "pengakuan" membuatku bingung karena sebenarnya tidak ada hal yang ditutup-tutupi ataupun hal yang spesial selama aku menjadi pembaca aktif. Tapi setelah dipikir-pikir lagi ternyata ada satu hal yang ternyata kusembunyikan tanpa kusadari. Apa itu?

Pembaca Aktif

Aku mulai menjadi pembaca aktif sejak awal kuliah. Waktu yang begitu luang membuatku semakin keranjingan membaca karena pada saat itu hanya membaca yang bisa kulakukan. Sembari melakukan hal yang selanjutnya kusebut hobi itu, aku berpikir kalau aku bisa melakukan sesuatu dari hobiku tersebut—tidak cuma membaca. Dan setelah mengetahui daya baca di Indonesia minim, aku bertekad membuat diriku berguna dalam kemajuan literasi, setidaknya waktu kuliah dulu hal yang paling mudah kulakukan adalah membuat satu grup khusus baca dengan menggunakan media sosial.

Ulasan Buku: 14th Guardian

Sampul
Judul : Fantasteen Numb3rs: 14th Guardian
Pengarang : Dwi Pratiwi, dkk.
Penerbit : DAR! Mizan (Mizan)
Tahun : 2016
Dibaca : 26 Juni 2016
Rating : ★★★

"Ketika kamu ingin melampaui satu, ingatlah bahwa sesuatu di atas satu adalah nol. Dan nol menandakan ketiadaan." (hal. 17)

Tidak ragu lagi untuk membeli buku ini karena salah satu teman komunitas menjadi kontributor di dalamnya. Cerita yang ditulisnya menjadi judul buku ini dan dibuatkan komiknya. Siapa sih yang tidak bangga bila hal yang diidam-idamkannya terwujud? Temanku ini juga sudah lama menginginkan tulisannya diterbitkan—bahkan dalam pengantarnya dia menulis, "Satu dari sekian banyaknya kutu buku yang bercita-cita jadi penulis". Dan akhirnya dia meraih cita-citanya itu! Selamat ya, Ratih!

***

Buku ini berisi lima cerita pendek dan dua di antaranya ditampilkan dalam bentuk komik. Kesemuanya memang memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama berjudul angka atau mengandung angka. Walaupun memang cerita-cerita di dalamnya tidak memberikan satu benang merah yang membuat pembaca harus membaca keseluruhan cerita. Tapi buku dengan tebal tidak sampai 100 halaman ini patut untuk dibaca karena setiap cerita memberikan keseruannya masing-masing.

24 Juni 2016

Ulasan Buku: Happiness

Sampul
Judul : Happiness
Pengarang : Fakhrisina Amalia
Penerbit : Ice Cube
Tahun : 2015
Dibaca : 20 Juni 2016
Rating : ★★★★

"Kalau untuk dilihat Mama dan Papa, kalau untuk dianggap pintar, kalau untuk memenangkan hati semua orang Ceria harus menjadi nomor satu di eksakta, maka tidak jadi pemandu wisata dan penulis profesional pun tidak apa-apa." (hal. 62)

Bagaimana cara kamu menikmati hidup? Cara kamu berbahagia? Apakah dengan mengikuti orang lain yang tampak bahagia? Coba tanya pada lubuk hatimu yang paling dalam sekali lagi. Bahagia adalah tentang menerima apa yang kamu dapatkan. Setidaknya kamu bersyukur atas dirimu sendiri. Atas apa yang kamu punya.

***

Ceria memang cerdas di mata pelajaran selain ilmu eksakta, apalagi matematika. Sedari sekolah dasar, Ceria sudah dibanding-bandingkan dengan teman sekelas sekaligus tetangganya bernama Reina, terutama oleh kedua orangtuanya. Mereka selalu memuji Reina yang memenangkan perak dalam olimpiade Matematika skala internasional dan meminta Ceria untuk lebih jago dalam Matematika.

Ceria tahu dirinya tidak suka ilmu eksakta. Ia suka Bahasa Inggris dan mata pelajaran lainnya. Ia bercita-cita menjadi seorang pemandu wisata atau penulis andal. Tapi kedua orangtua yang menuntutnya untuk masuk jurusan Matematika bagai gaung yang tak pernah pudar. Ia tidak ingin mengecewakan mereka. Ia harus terus berjuang untuk menaklukan Matematika, menaklukan Reina.

Ulasan Buku: The Worst Years of My Life

Sampul
Judul : Middle School: The Worst Years of My Life
(Middle School #1)
Pengarang : James Patterson & Chris Tebbetts
Penerbit : Noura Books
Tahun : 2013
Dibaca : 11 Juni 2016
Rating : ★★★

Aku buru-buru membaca ini setelah mengetahui bakal ada adaptasi filmnya yang bakal tayang dalam waktu dekat. Yah, siapa tahu akan beda jalan cerita dengan karya aslinya. Dan sepertinya memang begitu. Jadi, sebelum menikmati film yang diperankan oleh Griffin Gluck dan Lauren Graham, mari cari tahu seberapa nakal si pemeran utama bernama Rafe ini.

***

Rafe Khatchadorian mungkin hanya ingin membuat hari-hari membosankannya di sekolah menjadi menyenangkan. Dia mendapatkan buku "Tata Tertib Hills Village Middle School" saat Pertemuan Akbar Sekolah. Buku itu berisi semua hal menyangkut apa yang perlu siswa-siswi ketahui tentang yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sekolah. 

Rafe melihat Leo membalik buku itu dan menunjukkannya gambar seorang anak yang begitu keren dan jauh lebih menyenangkan darinya. Setelahnya, ide muncul di benak Rafe. Ide sangat besar dan superkonyol. Ide yang mengalirinya seperti banjir bandang. Sebentar, Leo itu siapa?

Ulasan Buku: Dash & Lily's Book of Dares

Sampul
Judul : Buku Tantangan Dash & Lily
Judul Asli : Dash & Lily's Book of Dares (Dash & Lily #1)
Pengarang : Rachel Cohn & David Levithan
Penerbit : POP (imprint KPG)
Tahun : 2016
Dibaca : 7 Juni 2016
Rating : ★★★★

"Aku menyadari bahwa Penggerutu telah memberikan apa yang kuminta sebagai kado Natal. Harapan dan keyakinan. Aku selalu berharap tapi tak pernah percaya bahwa aku dapat menikmati petualangan sendirian. Bahwa aku dapat melakukannya. Dan menyukainya. Ini sudah terjadi. Jurnal ini membuatnya nyata." (hal. 134)

Tidak ada ekspektasi apa pun selain judul yang memikat dan sampul birunya yang menggoda. Atas dua hal tersebut aku nekat mengambil buku ini dan membayarnya di kasir. Beruntung langsung membacanya, karena aku bisa menikmati setiap halaman yang notabene berparagraf panjang dengan percakapan berbobot khas novel remaja.

***

Lily begitu kesal karena liburannya ditinggal liburan kedua orangtuanya. Ia tak habis pikir kenapa orangtuanya itu malah berlibur saat Natal yang selalu ditunggu-tunggunya. Apa yang harus dilakukannya tanpa mereka? Bermain bersama sang kakak? Dia harus melakukan sesuatu. Kakaknya menyarankan Lily untuk membuat teka-teki di sebuah jurnal dan meninggalkannya di rak toko buku. Untungnya, Lily adalah adik yang penurut.

Dash tidak suka ketika Natal datang. Tapi ia suka liburan kali ini karena orangtuanya harus menjalani kehidupannya masing-masing. Jadi, Dash mengunjungi toko buku favoritnya. Ia menemukan sebuah jurnal merah. Dash mengambil jurnal itu dan mengerjakan perintah apa pun yang tertulis di sana.

04 Juni 2016

Ulasan Buku: Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang

Pengarang : Gina Gabrielle
Penerbit : Nulisbuku (self-publishing)
Tahun : 2016
Dibaca : 3 Juni 2016
Rating : ★★★

"Manusia, tahukan kau bahwa luka itu sebenarnya tak terhindarkan? Kau hanya perlu Hati yang sejuk dan lembut, yang bisa sembuh dari luka apa pun juga dengan kecepatan mengagumkan." (hal. 13)

Wahai penerbit di luar sana, aku persembahkan ulasan ini kepada kalian. Kalian harus tahu betapa buku ini begitu menjanjikan dalam segi cerita dan gaya yang dibawakan oleh penulis. Selain itu, tema cintanya juga begitu kental. Walaupun memang sedikit di luar akal karena berlatar dunia fantasi lain, tapi kenapa tidak dicoba? Di dalamnya terkandung bait-bait yang melenakan. Di dalamnya terkandung pesan yang kuat tentang hati. Bukankah kalian, para penerbit, masih menganggap bahwa tema cinta masih begitu menjual?

***

Kura-Kura Pengelana sedang dalam misi memperbaiki Hati-nya yang penuh goresan. Sakit yang sudah lama dideritanya ternyata tidak bisa begitu saja bisa disembuhkan. Bahkan tempat yang katanya tepat untuk mengistirahatkan Hati yang luka tidak serta merta membuat hati si Pengelana pulih. Hingga akhirnya si Pengelana dengan terpaksa membekukan Hati-nya karena tidak ingin merasakan terluka lagi.

Kol. Ibri-lah yang membawa Kura-Kura Pengelana dalam misi itu. Si Pengelana adalah yang terpilih. Selain memperbaiki Hati, petualangan yang kata Kol. Ibri sangat istimewa itu untuk menyelamatkan Dunia Mimpi yang nyaris hancur. Langitnya lebam; permukaannya penuh memar. Lalu ada seorang gadis yang membutuhkan satu bahan lagi untuk menyelesaikan tenunan Mimpi: Hati yang penuh.

Back to Top