20 Februari 2014

The Demigod Diaries

Sampul
Judul : The Demigod Diaries
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2013
Dibaca : 20 Februari 2014
Rating : ★★

Ini sebenarnya kumpulan cerita pendek yang tidak aku tunggu-tunggu karena aku pikir, tidak membaca ini pun tidak mempengaruhi dalam membaca novel-novel seri yang utama. Tapi aku salah. Ini penting! Penting untuk dibaca bagi kalian yang benar-benar blasteran.

Kenapa penting? Karena bagian-bagian lain dari perjalanan hidup blasteran yang kita kenal yang seharusnya kita tahu, ada di sini. Sebut saja cerita tentang Luke dan Thalia yang menemukan Annabeth.

Juga cerita-cerita lain seperti pacarannya Percy dan Annabeth beberapa saat setelah mengalahkan Kronos. Ada juga cerita Leo, Jason dan Piper yang kalap mencari satu benda penting. Benda yang bila tidak ditemukan selama satu jam, Argo II yang sedang dibuat Leo akan hancur. Nah. Nah. Seru kan? Seperti biasa...

Yang paling mewah; dalam artian sesuatu yang langka dan begitu menarik adalah cerita tentang seorang blasteran antek-antek Kronos yang diceritakan oleh Haley Riordan. Memang, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Begitupun Haley, anak pertama om Riordan ini juga ikut andil. Haley menulis satu cerita pendek di akhir buku dengan judul Putra Sihir.

This, prove anything!
Jadi, Putra Sihir? Blasteran antek-antek Kronos? Oke. Singkat saja, kisahnya bercerita tentang seorang Blasteran bernama Alabaster, anak Dewi Sihir, Hecate. Jadi, Alabaster ini dikejar oleh saudara kandungnya, seekor monster yang akan membunuhnya. Seru deh! Pokoknya, kisah ini adalah tentang Blasteran dari sisi yang berbeda; dari blasteran yang bertarung di pihak Kronos dalam invasi ke Manhattan. Dan, Haley membuatnya ketika usianya masih 16.

Oh ya, buku ini juga diselingi kuis-kuis. Ya, ada tebak kata, tebak nama Dewa-Dewi, dan acak huruf. Juga ada ilustrasi beberapa blasteran. Nah, bagaimana? Masih kurang seru apa coba?

"Aku masih punya satu pertanyaan lagi, Hecate." Claymore menguatkan diri, sebagaimana yang pasti dilakukan Alabaster saat berbicara di hadapan hadirin yang menghadiri ceramahnya. "Kalau kau sendiri adalah dewi, lantas, kau berdoa kepada siapa?"
Hecate terdiam sejenak, menoleh kepada Claymore, dan membuka mata hijaunya yang cemerlang. Kemudian, seolah-olah jawabannya sudah jelas, sang dewi tersenyum dan berkata, "Aku berdoa semoga kau menemukan jawabannya."
(dikutip dari hal. 337)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top