24 November 2013

Ender's Game

Sampul
Judul : Ender's Game
Pengarang : Orson Scott Card
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2013
Dibaca : 24 November 2013
Rating : ★★★★

Akhirnya selesai juga dengan buku ini.

Kita mulai dari mana ya? Sebenernya masih males menulis review karena jatah menulis sudah diberikan untuk tugas makalah yang harus direvisi. Tapi, aku harus!

Jadi buku ini sangat lama terjadi, maksudnya dalam ceritanya, dari Ender umur enam tahun sampai dia berumur dua belas tahun. Enam tahun terhitung dari awal hingga akhir cerita. Sangat lama...

Jadi mengapa bintang empat? Karena permainan yang dimainkan oleh Ender-lah yang sangat seru. Jujur, awalnya aku sangat bosan dengan alur bermain Ender di Battle School yang selalu menang dan dia memang pantas menang karena kecerdasan dia. Tapi pada akhirnya, setelah tahu bahwa permainan di sekolah lanjutan Command School itu bukan hanya simulasi, itu menjadi seru!

Terlepas dari permainan dan kemenangan yang selalu diraihnya, ada sisi gelap dalam diri Ender karena dia selalu "membunuh". Membunuh mungkin jadi hal yang wajar untuk pertahanan diri dari mereka yang berlaku jahat. Tapi jika membunuh pada makhluk yang kita tidak tahu apa dia jahat atau baik, itu akan menjadi semacam nightmare setiap kali kita tidur. Mungkin itu yang dirasakan Ender. Jadi para Bugger itu tidak jahat? Aku rasa bukan di sini tempat untuk menjawab. Biar kalian yang menjawab sendiri dengan membaca buku ini.

Oh iya, hampir lupa. Ender adalah anak ketiga, yang mana dalam dunianya, anak ketiga adalah anak yang tidak diinginkan, anak yang tidak sengaja dilahirkan karena pasangan suami-istri hanya diperbolehkan untuk memiliki dua anak. Kakak-kakaknya yang sama cerdasnya dengan Ender tidak memiliki sifat yang begitu mirip. Kakak pertamanya, Peter sangat ingin menguasai dunia, mungkin dengan cara adidaya. Hal itu sudah tercermin dari perilakunya terhadap adik-adiknya. Bukan kakak yang patut ditiru. Lalu yang kedua adalah Valentine. Dia adalah wanita yang selalu menjaga adiknya, membela dari setiap keusilan dan kejahatan kakak tertua Ender. Mereka juga berperan penting dalam buku ini. Bukan hanya karakter "lalu" saja.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah tentang kegigihan seorang anakunderdog, yang selalu dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan oleh saudara kandungnya sendiri dalam memperoleh apa yang dia inginkan. Dia tidak mudah putus asa. Walaupun terkadang begitu, mengingat dia masih sangat muda.

Selain itu, tentang kejeniusan yang bahkan aku sendiri tidak begitu mengerti tentang deskripsi tiap-tiap permainan itu. Juga tentang teori-teori fisika yang banyak dimunculkan dalam cerita. Tapi, intinya kejeniusan dalam "bermain" itu harus terus diasah dengan berlatih. Mungkin kata "bermain" itu bisa diganti dengan hobi yang kalian suka.

Entah dalam kesadaran yang normal atau tidak, aku sudah menulis review ini panjang lebar. Semoga menarik minat kalian untuk membaca.

Petualangan yang seru dan akhir yang tak bisa kau terka sebelum kau membacanya!

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top