27 Oktober 2013

Orang-Orang Tanah

Sampul
Judul : Orang-Orang Tanah
Pengarang : Poppy D. Chusfani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 27 Oktober 2013
Rating : ★★

Awalnya aku berpikir bahwa karya yang direkomendasikan oleh orang lain tidak dapat aku dapatkan walau aku sangat ingin. Tapi bagaimana jika itu bukan prioritas, bukan sesuatu yang masuk dalam list yang penting? Hingga pada suatu saat ada orang yang memberikan karya itu secara cuma-cuma. Sehingga aku berpikir my dream comes true.

Karya itu adalah Orang-Orang Tanah, bahkan sang Penulis pun membubuhkan tanda tangan dengan namaku terpampang di halaman pertama. Terima kasih.


Jujur, ini adalah kali pertama aku membaca kumpulan cerita pendek yang dijadikan satu, bukan novel, bukan komik. Jadi, bagaimana baiknya? Apa baiknya aku mengulas satu per satu dari setiap cerpen atau di-review sekaligus? Aku punya pilihan di sini. Mungkin beberapa judul saja yang akan aku komentari karena ceritanya yang sangat berkesan. Dan akan sangat singkat mengingat malam ini tim jagoanku akan berlaga. *abaikan*

Aku pilih tiga judul: Pelarian, Dewa Kematian, dan Orang-Orang Tanah. (Setelah akucrosscheck lagi, ternyata dua dari tiga judul itu ada dalam sinopsis cerita di sampul belakang. Sangat kebetulan?)

Pelarian.

Ide cerita yang sangat bagus. Maksudku, kisah fantasi tentang seorang anak perempuan yang pandai berenang karena memiliki insang dan selalu menjadi perhatian di lingkungan kerajaan, itu pasti sangat revolusioner untuk menjadi entitas fantasi yang baru. Mungkin bisa jadi Manusia Setengah Salmon. Oh, come on, that's so mainstream! Apapun nama entitas baru itu, harusnya dia juga menjadi keturunan Poseidon dan berkerabat dekat dengan Percy Jackson. 

Barangkali sang penulis mau meriset mengenai hal ini, mungkin memang benar ada entitas seperti itu di dunia dan pasti akan sangat membantu untuk memperpanjang cerita dan menjadikannya sebuah novel. Biarkan aku memberi masukkan tentang judul novelnya: Half-Blood Princess Conspiracy atau Daughter of Poseidon.

Dewa Kematian.

Jujur aku merenung cukup lama untuk memahami kisahnya. Masih bingung dengan kata ganti orang kedua tunggal untuk menjadi subjek utama. Sangat baru, tapi sangat membingungkan. Maksudku bingung yang baru. Ya... baru bingung. Oh... Shut up!!!Tapi, serius, aku baru baca kisah dengan kata "kau" sebagai pemeran utama. Untung saja ini hanya beberapa halaman. Dan judul ini menjadi urutan pertama dalam blacklistpengembangan cerpen menuju novel. What did I say?

Oke. Jadi aku harus mengganti setiap kata "kau" menjadi "aku" atau "dia" untuk sekejap. Ceritanya sangat menyentuh. Terang saja, beberapa hari yang lalu Ayahku meninggal karena hal yang tidak diduga, yang tidak nyata. Aku terus membaca dan ada satu kalimat yang aku ingat dalam cerpen ini: "Kenyataan tergantung dimana dirimu berada..." Itu sudah cukup untuk membuatku bangkit.

Dan selamat kepada Penulis karena bisa mempengaruhi pembaca karena karyanya. (Bukankah itu yang diidam-idamkan setiap Penulis?)

Orang-Orang Tanah.

Bagus. Sangat spooky. Penempatan yang tepat di akhir karena citra tentang perempuan yang terhisap oleh tangan-tangan itu pasti terngiang di kepala para pembaca. Lagi-lagi aku berharap ini diperpanjang menjadi sebuah novel dengan cerita keganasan sang ibu atas anaknya, macam Carrie atau The Conjuring gitu.... Hihihi....Keep up!

Overall, semua kisah sungguh menarik. Berisi tentang kehidupan kelam beberapa wanita (by the way, hampir semua tokoh utamanya itu wanita) yang penuh dengan kesengsaraan hidup, penindasan, dan kekalahan atas gender yang dibungkus secara simpel dan indah. Ada beberapa kisah yang membuatku masih bertanya, kenapa hal-hal aneh selalu menjadi hal yang menarik untuk diketahui lebih dalam?

Selamat malam....

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top